Manggarai (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bermutu dan merata, termasuk melalui jalur pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang menyasar lembaga kursus di wilayah Indonesia Timur.
Program PKK dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, program PKW berfokus pada penguatan keterampilan vokasional dengan orientasi kewirausahaan sehingga peserta dapat menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Berdasarkan data dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, sebanyak 88 lembaga kursus di wilayah Indonesia Timur telah berpartisipasi dalam kedua program tersebut. Sepanjang periode 2022 hingga 2025, program ini telah membantu 2.282 peserta didik dengan total anggaran mencapai sekitar Rp11 M.
Salah satu peserta yang merasakan manfaat program tersebut adalah Efrasius dari Lembaga Kursus Surya Perdana Ruteng di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Melalui program PKK, Efrasius mengikuti pelatihan di bidang administrasi perkantoran meski sebelumnya tidak memiliki pengalaman kerja tetap.
Ia mengaku pengalaman mengikuti kursus tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Saya sudah bekerja di SD Inpres Redek Hawe sebagai operator dan tenaga administrasi. Di sini saya senang pula bisa membantu institusi pendidikan dengan keahlian yang saya miliki setelah kursus,” ujarnya.
Selain Efrasius, kisah sukses juga datang dari Veni Rosita Mulle yang berhasil merintis usaha percetakan setelah mengikuti program PKW di LKP Fortuna Kupang. Ia membuka usaha percetakan dengan nama “Semua Beres Disini” yang bergerak di bidang desain dan percetakan.
Menurut Veni, program kursus memberikan banyak wawasan serta keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam dunia usaha.
“Rintisan usaha saya masih berjalan. Dalam dua bulan pertama tahun 2026, saya berhasil memperoleh sekitar 100 pelanggan baru dengan total penjualan mencapai 250–500 produk dengan omzet Rp7–12 juta per bulan,” jelasnya.
Sementara itu, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa program PKK dan PKW merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan setiap masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas kesempatan kerja dan kewirausahaan, terutama bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.
“Inisiatif ini memastikan bahwa setiap anak bisa memiliki masa depan, termasuk di daerah timur Indonesia. Kemitraan bersama lembaga kursus, industri, serta pemerintah daerah menjadi kunci untuk memaksimalkan program ini,” ujar Tatang.
Melalui kolaborasi tersebut, Kemendikdasmen berharap program PKK dan PKW dapat terus memberikan dampak positif bagi peningkatan keterampilan masyarakat serta mendorong lahirnya tenaga kerja terampil dan wirausaha baru di berbagai daerah di Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar