Jakarta (buseronline.com) - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Dedi Prasetyo meresmikan Pusat Studi Prof Dr Mr Raden Soepomo di lingkungan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Lemdiklat Polri, Selasa.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peluncuran sejumlah pusat studi kepolisian yang diharapkan memperkuat pengembangan kebijakan Polri berbasis riset dan data.
Dalam sambutannya, dilansir dari laman Humas Polri, Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penamaan pusat studi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh nasional Raden Soepomo yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah bangsa serta perkembangan ilmu hukum di Indonesia.
“Melalui pemilihan nama Prof Dr Mr Raden Soepomo sebagai gedung pusat studi kepolisian, diharapkan dapat mengilhami seluruh personel Polri atas semangat dan jasa-jasa beliau sebagai founding father Indonesia dan sebagai salah satu pendiri PTIK Lemdiklat Polri,” ujar Dedi.
Bangunan pusat studi tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap pemikiran Raden Soepomo yang dikenal sebagai pelopor konsep hukum Indonesia yang mengintegrasikan nilai-nilai hukum dengan kearifan lokal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Wakapolri, warisan pemikiran tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan ilmu kepolisian di lingkungan PTIK, sekaligus memperkuat kapasitas intelektual institusi kepolisian dalam menghadapi tantangan zaman.
Penamaan gedung pusat studi ini juga memiliki makna strategis yang melampaui aspek seremonial. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi Polri dalam mendorong pola pikir personel yang lebih kritis, analitis, dan visioner dalam merespons berbagai tantangan keamanan modern yang semakin kompleks.
Pada gedung tersebut juga diresmikan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan berbagai spesialisasi keilmuan, antara lain Pusat Studi Polmas, Pusat Studi Anti Korupsi, Pusat Studi Terorisme, Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Pusat Studi Kamsel Lantas, Pusat Studi Siber, Pusat Studi SDM, Pusat Studi Pasifik Oseania, Pusat Studi Kehumasan Polri, Pusat Studi Teknologi Kepolisian, Pusat Studi Forensik Kepolisian, Pusat Studi Internasional Kepolisian, Pusat Studi Keamanan Nasional, Pusat Studi PPA, Pusat Studi Keadilan Restoratif dan Transformasi Konflik, serta Pusat Studi Intelijen Kepolisian.
Melalui pendekatan interdisipliner, pusat-pusat studi tersebut diharapkan dapat menjadi motor penggerak inovasi di bidang kepolisian sekaligus ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Keberadaan pusat studi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas Polri dalam menghadapi tantangan era digital serta dinamika sosial yang terus berkembang.
Ke depan, Gedung Pusat Studi Prof Dr Mr Raden Soepomo diproyeksikan menjadi think tank strategis Polri dalam merumuskan kebijakan di bidang hukum dan keamanan. Melalui penelitian yang mendalam dan terukur, Polri berkomitmen memastikan setiap kebijakan yang diambil berpijak pada data, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai keadilan.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya transformasi institusi menuju Polri yang Presisi, adaptif, dan semakin berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar