Senin, 06 April 2026

Program Bina Talenta Indonesia Disosialisasikan Kemendikdasmen, Tingkatkan Talenta Nasional

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 11 Maret 2026 11:00 WIB
Program Bina Talenta Indonesia Disosialisasikan Kemendikdasmen, Tingkatkan Talenta Nasional
Infografis lini masa Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional di Jakarta. (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyosialisasikan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pembinaan talenta murid secara nasional.

Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, yang menekankan pentingnya identifikasi bakat, minat, serta pengembangan potensi peserta didik secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, mengatakan pengembangan talenta murid merupakan kebutuhan strategis bangsa di tengah persaingan global yang semakin dinamis.

“Pengembangan talenta murid hari ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan strategis bangsa. Negara membutuhkan sistem yang mampu mengidentifikasi, membina, dan mengakselerasi potensi anak-anak Indonesia secara terstruktur,” ujar Mariman dalam kegiatan Sosialisasi Bina Talenta Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Program Bina Talenta Indonesia yang dikelola oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) merupakan program pelatihan untuk pengembangan talenta murid dan pemandu talenta di berbagai bidang, antara lain STEM, koding, kecerdasan artifisial, serta penguatan karakter.

Program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan perguruan tinggi yang berperan sebagai pusat penguatan kompetensi, sekaligus melibatkan pemandu talenta di satuan pendidikan untuk memastikan pembinaan berkelanjutan di daerah.

Pada pelaksanaan tahun 2025, program BTI berhasil menjangkau peserta dari 38 provinsi di Indonesia serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan melibatkan 23 perguruan tinggi mitra.

Beberapa di antaranya adalah Universitas Syiah Kuala, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Bina Nusantara, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Surabaya, serta Institut Teknologi Del.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene, menjelaskan bahwa pengalaman pelaksanaan BTI 2025 menunjukkan keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kesiapan satuan pendidikan dalam mengidentifikasi potensi murid sejak dini. Selain itu, peran aktif pemandu talenta dan dukungan dari dinas pendidikan serta kepala sekolah juga menjadi faktor penting.

Ia menambahkan bahwa peningkatan literasi sains yang terlihat pada peserta di wilayah timur Indonesia pada 2025 menunjukkan program ini mampu mendukung visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.

“Oleh karena itu, pada BTI 2026 kami mendorong penguatan pada aspek kualitas pembinaan, transparansi seleksi, serta integrasi data talenta agar pembinaan tidak berhenti pada ajang, tetapi berlanjut sebagai proses pengembangan jangka panjang,” ujar Irene.

Pada tahun 2026, program BTI difokuskan bagi peserta jenjang SMA/SMK/MA atau sederajat dengan pendekatan pembinaan bertingkat, yakni tingkat dasar, menengah, dan mahir. Pendekatan ini diterapkan untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan peserta.

Target peserta ditetapkan sebanyak 3.000 orang, yang terdiri dari 840 murid tingkat mahir serta 2.160 peserta tingkat menengah yang mencakup murid dan pemandu talenta. Pendaftaran program dibuka mulai 6 Maret hingga 2 April 2026, sementara pelaksanaan pelatihan di perguruan tinggi mitra dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Dengan dukungan kemitraan bersama berbagai perguruan tinggi di Indonesia, program BTI 2026 diharapkan semakin memperkuat ekosistem talenta nasional yang inklusif, sistematis, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar