Lamongan (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu ti meresmikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Mu’ti menyampaikan selamat kepada satuan pendidikan yang pada tahun 2025 menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari prioritas pembangunan nasional dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul.
“Selamat kepada Bapak dan Ibu yang pada tahun 2025 mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Ini merupakan program prioritas Bapak Presiden dalam rangka mewujudkan Asta Cita, khususnya membangun generasi yang unggul,” ujar Mu’ti.
Secara nasional, pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 T untuk pembangunan pendidikan melalui berbagai program sarana dan prasarana. Program tersebut mencakup pembangunan unit sekolah baru, tambahan ruang kelas, perpustakaan, toilet, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendidikan lainnya dengan total 16.167 satuan pendidikan sebagai penerima manfaat.
Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
“Pembangunan sarana dan prasarana fisik itu, kalau kita ibaratkan tubuh manusia adalah raganya. Pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh faktor-faktor eksternal, termasuk sarana dan prasarana yang memadai,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat pemanfaatan teknologi pembelajaran melalui program Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID). Pada tahun 2025 perangkat tersebut telah didistribusikan dan digunakan di sekitar 288 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya berupa penyediaan perangkat digital, tetapi juga disertai pelatihan bagi guru, penyediaan laptop, serta materi pembelajaran digital guna mendukung proses belajar yang lebih interaktif dan menarik.
Selain penguatan sarana pembelajaran, pemerintah juga memperkuat berbagai kebijakan peningkatan kualitas pendidikan melalui strategi Pembelajaran Mendalam (deep learning), pelatihan guru, penguatan kompetensi digital melalui pembelajaran Pemrograman Komputer (coding) dan Kecerdasan Buatan (AI), serta peningkatan kompetensi bahasa Inggris bagi guru.
Mu’ti juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah melalui sejumlah program nasional. Salah satunya adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta program Pagi Ceria yang dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Program Pagi Ceria dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama, yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya, melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), serta doa bersama. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, menjaga kebugaran jasmani, serta memperkuat spiritual peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti juga menyampaikan rencana penguatan nilai kebangsaan di sekolah melalui pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dalam upacara sekolah. Kebijakan tersebut tengah dipersiapkan melalui surat edaran bersama yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama Republik Indonesia, serta Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Ikrar tersebut berisi komitmen pelajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, belajar dengan sungguh-sungguh, hidup rukun dengan sesama, serta mencintai tanah air Indonesia.
Selain itu, Mu’ti juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan semangat belajar peserta didik.
Menurutnya, sebagian besar penerima manfaat program tersebut berasal dari lingkungan satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Data terbaru menunjukkan lebih dari 49 juta peserta didik di seluruh Indonesia telah menerima manfaat program tersebut atau sekitar 93 persen dari total peserta didik secara nasional.
“Program ini memberikan manfaat besar bagi peserta didik karena mendukung kesehatan serta meningkatkan semangat belajar anak-anak di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menjelaskan bahwa penguatan pendidikan di Kabupaten Lamongan menjadi bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden.
Di tingkat pemerintah daerah, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan, salah satunya program Perintis yang memberikan dukungan pendidikan berkualitas dan gratis bagi siswa di Kabupaten Lamongan.
“Sampai saat ini program Perintis telah memberikan dukungan beasiswa kepada hampir delapan ribu siswa di Kabupaten Lamongan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga menjalankan berbagai program untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah akibat kendala biaya pendidikan.
Pada tahun 2025, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Lamongan telah mencapai 8,73 tahun dengan indeks pendidikan sebesar 0,681. Capaian tersebut turut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lamongan yang mencapai angka 76,9.
Pada tahun yang sama, Kabupaten Lamongan menerima bantuan revitalisasi untuk empat satuan pendidikan jenjang TK/PAUD, 23 sekolah dasar, serta 20 sekolah menengah pertama.
Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Khoirul Anam, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, program revitalisasi tersebut memberikan dampak nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.
“Revitalisasi ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Kami merasakan bagaimana perhatian pemerintah memastikan anak-anak bangsa di daerah dapat belajar di gedung yang layak, aman, dan modern,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga memberikan harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, sekolah semakin percaya diri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya berbagai prestasi peserta didik.
“Kami sadar bahwa infrastruktur yang hebat harus melahirkan generasi yang jauh lebih hebat,” tegasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar