Senin, 06 April 2026

Fajar Belajar Al-Qur’an Braille, Meraba Huruf untuk Membaca Kalam Ilahi

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 10 Maret 2026 09:24 WIB
Fajar Belajar Al-Qur’an Braille, Meraba Huruf untuk Membaca Kalam Ilahi
Saefudin Fajar Putra membaca Al-Qur’an Braille dengan meraba titik-titik huruf saat mengikuti pembelajaran di Sentra Wyata Guna, Bandung, Sabtu (7/3/2026). (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Semangat belajar tidak mengenal batas, termasuk bagi penyandang disabilitas netra. Kisah tersebut tergambar dari perjuangan Saefudin Fajar Putra (27), siswa di Sentra Wyata Guna Bandung yang kini mulai mampu membaca Al-Qur’an Braille setelah melalui proses belajar yang penuh kesabaran.

Instruktur Al-Qur’an Braille, Tine Gustini, mengungkapkan bahwa Fajar baru mempelajari Al-Qur’an dengan huruf Braille sekitar empat bulan terakhir. Meski awalnya tidak bisa membaca sama sekali, kegigihan dan kesabaran Fajar akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah sekarang Fajar sudah bisa baca tulis Al-Qur’an Braille. Barusan juga sudah dicoba membaca salah satu surat pendek,” ujar Tine, Sabtu.

Menurut Tine, metode pembelajaran bagi penyandang disabilitas netra pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan metode belajar membaca Al-Qur’an pada umumnya. Para siswa tetap memulai dari buku Iqra untuk mengenal huruf hijaiyah, mempelajari tanda baca, hingga akhirnya mampu membaca Al-Qur’an Braille.

Namun dalam praktiknya, terdapat pendekatan khusus yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Jika di sekolah umum pembelajaran dilakukan secara klasikal, maka bagi siswa netra metode yang digunakan lebih bersifat individual.

“Awalnya memang secara klasikal, tetapi setelah itu pembelajaran dilakukan satu per satu agar lebih fokus menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa,” jelasnya.

Dilansir dari laman Jabarprov, Tine telah mengajar Al-Qur’an Braille selama lebih dari dua dekade. Selama itu pula ia menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika mengajar siswa yang baru mengalami kebutaan pada usia dewasa.

“Tantangan terbesar biasanya pada kepekaan perabaan. Kalau sudah dewasa, kadang kepekaan jari untuk membaca Braille tidak sepeka mereka yang sejak lahir. Karena itu banyak yang memilih menghafal. Tapi kalau mereka punya semangat tetap bisa belajar membaca,” katanya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, dedikasi Tine selama lebih dari 20 tahun telah melahirkan banyak murid yang kini menjadi pengajar dan ustaz bagi sesama penyandang disabilitas netra.

“Paling mengharukan, banyak alumni dari Sentra Wyata Guna yang sekarang menjadi ustaz dan bahkan mengajar juga di sini. Mereka menjadi penerus kami,” ungkapnya.

Bagi Fajar, perjalanan belajar Al-Qur’an Braille bukanlah hal mudah. Pada tahap awal pembelajaran, ia mengaku kesulitan mengenali huruf-huruf melalui titik-titik Braille.

“Awal-awal paling susah mengenali hurufnya. Ini huruf apa, titiknya apa. Tapi kalau terus dilatih, lama-lama bisa,” ujar Fajar.

Ia mengaku mulai memahami perbedaan antara huruf Braille Arab dan Braille Indonesia setelah belajar secara langsung di Sentra Wyata Guna.

Kini Fajar telah mempelajari dua juz dari Surah Al-Baqarah. Baginya, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi kebahagiaan tersendiri yang selama ini ia dambakan.

“Dulu kalau lihat orang awas baca Al-Qur’an rasanya ingin juga bisa. Alhamdulillah sekarang sudah bisa membaca. Senang sekali,” tuturnya.

Ke depan, Fajar berharap kemampuannya membaca Al-Qur’an semakin lancar. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi pengajar agar dapat membantu teman-teman penyandang disabilitas netra lainnya.

“Kalau cita-cita, saya sebenarnya ingin jadi penyanyi. Tapi kalau bisa mengajar juga, saya ingin berbagi ilmu,” katanya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar