Bandung (buseronline.com) - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meninjau pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) e-sport di SMP Santa Yusuf Bandung, Kota Bandung, Rabu.
Dalam kunjungannya, dilansir dari laman Jabarprov, Wapres Gibran melihat langsung antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan e-sport di aula sekolah, termasuk saat memainkan gim populer Mobile Legends: Bang Bang. Ia mendorong para siswa untuk terus mengembangkan minat dan bakat di bidang tersebut, bahkan berani mengikuti berbagai kompetisi di tingkat nasional.
“Terus kembangkan, bukan hanya di ekskul tetapi juga berani ikut lombanya,” ujar Gibran kepada para siswa.
Selain meninjau kegiatan e-sport, Gibran juga melihat sejumlah karya inovasi siswa yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Beberapa karya yang dipamerkan di antaranya maket perencanaan palang pintu kereta api otomatis serta sistem lampu penerangan otomatis berbasis sensor.
Didampingi Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Gibran kemudian melanjutkan agenda kunjungan ke SMP Plus Muthahari serta Pondok Pesantren Baitul Arqom di Kabupaten Bandung.
Kepala Sekolah SMP Santa Yusuf Bandung, Markus Edy Sulisman, menjelaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler e-sport di sekolah tersebut telah berjalan selama dua tahun terakhir. Program tersebut bahkan telah menghasilkan berbagai prestasi dari sejumlah kompetisi yang diikuti para siswa di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Menurut Markus, besarnya hadiah yang ditawarkan dalam berbagai turnamen e-sport juga menjadi salah satu faktor yang menarik minat siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka, khususnya dalam gim seperti Mobile Legends.
“Banyak anak yang suka main game, maka hobi tersebut kita wadahi karena ini bagian dari talenta anak,” jelasnya.
Selain e-sport, sekolah juga mengembangkan ekstrakurikuler berbasis teknologi seperti IoT dan Artificial Intelligence (AI). Sejumlah karya siswa bahkan sempat viral di media sosial, salah satunya alat jemuran otomatis yang dilengkapi sensor sehingga dapat menutup sendiri saat hujan turun.
Humas sekolah, Didit Triono, menambahkan bahwa pembelajaran teknologi tersebut juga menjadi bagian dari mata pelajaran teknik informatika di sekolah dan bahkan menjadi salah satu syarat kelulusan bagi siswa.
“Kami memberikan bimbingan kepada siswa sejak penentuan ide hingga hasil akhir. Tujuannya membuat IoT mampu mempermudah kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang siswa kelas IX, Satria, mengaku terinspirasi membuat maket perencanaan palang pintu kereta api otomatis. Ia prihatin dengan masih seringnya terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu otomatis.
“Kan banyak jalur KA yang tidak dijaga, terutama di jalan kecil. Semoga ini bisa menginspirasi,” tuturnya.
Kunjungan Wapres Gibran ke sekolah tersebut diharapkan dapat semakin mendorong pengembangan talenta siswa di bidang teknologi dan e-sport, sekaligus memacu inovasi generasi muda dalam menciptakan solusi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar