Senin, 06 April 2026

Wali Kota Bandung Kampanyekan Pengurangan GGL, Dorong Pola Hidup Sehat Sejak Dini

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 04 Maret 2026 09:06 WIB
Wali Kota Bandung Kampanyekan Pengurangan GGL, Dorong Pola Hidup Sehat Sejak Dini
Sejumlah siswa SDI Al Azhar 36 Bandung mengikuti kegiatan kampanye “Ayo Kurangi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), agar Hidup Sehat, Kuat, dan Pintar” di Jalan Palasari, Kota Bandung, Senin (2/3/2026). (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung resmi menggaungkan kampanye “Ayo Kurangi Gula, Garam, dan Lemak (GGL), agar Hidup Sehat, Kuat, dan Pintar” di SDI Al Azhar 36 Bandung, Jalan Palasari, Senin.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, didampingi Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, serta jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan perwakilan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).


Program ini merupakan bagian dari jejaring internasional Partnership for Healthy Cities yang mendorong kota-kota di dunia memperkuat kebijakan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan penyakit tidak menular.


Dalam sambutannya, dilansir dari laman Jabarprov, Muhammad Farhan menegaskan bahwa siswa sekolah dasar menjadi sasaran utama kampanye karena merupakan kelompok usia paling strategis untuk membentuk kebiasaan hidup sehat.


“Kita ingin pendidikan pola makan sehat dimulai sejak dini. Kalau kesadaran itu sudah tumbuh dari SD, maka dampaknya akan terasa puluhan tahun ke depan,” ujar Farhan.


Ia menyebutkan, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, hingga penyakit jantung.


Karena itu, menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan pengobatan di masa mendatang.


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kampanye tersebut. Ia menilai gerakan pengurangan GGL merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi muda.


“Apa yang dilakukan hari ini akan berdampak 20 hingga 30 tahun ke depan,” ujarnya.


Asep juga berharap para orang tua turut mendukung gerakan tersebut. Ia mendorong agar sosialisasi tidak hanya menyasar siswa di sekolah, tetapi juga keluarga di rumah sehingga pola hidup sehat dapat diterapkan secara konsisten.


Pada tahap awal, kampanye ini akan dilaksanakan di lima sekolah dasar, yakni SD 37 Sabang, SDI Al Azhar 36, SD Islam Terpadu Al-Irsyad, SD 23 Pajajaran, dan SD As-Syifa Bandung.


Program tersebut mencakup edukasi pola makan sehat, pengawasan kantin sekolah, serta pembiasaan memilih makanan dengan kandungan gizi seimbang.


Pemerintah Kota Bandung berharap gerakan ini mampu menekan angka penyakit tidak menular di masa mendatang serta menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar