Senin, 06 April 2026

Mendikdasmen–Basarnas Sepakat Tingkatkan Keselamatan Diri melalui MoU

GY Simanjuntak MSi - Senin, 02 Maret 2026 11:06 WIB
Mendikdasmen–Basarnas Sepakat Tingkatkan Keselamatan Diri melalui MoU
Menteri Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (kanan) bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kiri) menunjukkan nota kesepahaman (MoU) tentang penguatan edukasi keselamatan dir
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu ti, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis.

Penandatanganan tersebut turut dihadiri Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti, serta jajaran pejabat dari kedua instansi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat sinergi lintas lembaga dalam membangun kesadaran keselamatan diri dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa momentum ini sejalan dengan komitmen Kemendikdasmen untuk memberikan edukasi tentang pentingnya keselamatan diri kepada murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.

“Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue (SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan edukasi keselamatan diri dapat diintegrasikan dalam berbagai program sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong keterampilan praktis dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menekankan pentingnya kolaborasi tersebut mengingat Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar sekaligus tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

Ia menyebutkan, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam potensi bencana, termasuk ancaman megathrust yang diperkirakan dapat terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.

Ia menjelaskan, sesuai amanat undang-undang, masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana memiliki kewajiban melakukan tindakan awal sebelum petugas tiba di lokasi. Karena itu, edukasi keselamatan dinilai perlu diberikan sejak usia dini.

“Ke depan, mulai dari pelatihan-pelatihan di level PAUD bisa kita sinergikan dengan alat permainan edukatif, dengan minimal pemahaman bahwa keselamatan itu menjadi sesuatu yang mendasar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Mu’ti menyatakan bahwa visi Kemendikdasmen sejalan dengan Basarnas dalam membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan, termasuk kemampuan dasar SAR.

Ia menilai keterampilan tersebut dapat disinkronkan dengan program Pramuka yang saat ini menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah.

“Sangat penting bagi anak-anak kita untuk memiliki keahlian menyelamatkan diri, baik saat terjadi banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya. Paling tidak, mereka memahami dasar-dasarnya,” katanya.

Menteri Mu’ti berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang tangguh dan siap membantu sesama, termasuk berpotensi menjadi relawan Basarnas di masa depan.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa kementerian memiliki program Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dapat diselaraskan dengan program Basarnas.

“Di kementerian, kita mempunyai Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jadi, nanti program ini juga bisa kita selaraskan,” ujarnya.

Melalui penandatanganan MoU tersebut, Kemendikdasmen dan Basarnas berkomitmen memperkuat edukasi keselamatan diri di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Indonesia yang sadar risiko dan tangguh menghadapi bencana. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar