Kamis, 21 Mei 2026

Kemendikdasmen Gandeng BPS, Tingkatkan Akurasi dan Mutakhir Data Pendidikan

Senin, 02 Maret 2026 11:00 WIB
Kemendikdasmen Gandeng BPS, Tingkatkan Akurasi dan Mutakhir Data Pendidikan
Menteri Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menunjukkan nota kesepahaman (MoU) usai penandatanganan kerja sama penguatan dan pemutakhiran data pendidikan nasional di Kanto
Jakarta (buseronline.com) - Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan tata kelola data yang terintegrasi, mutakhir, dan akuntabel, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat akurasi dan pemutakhiran data pendidikan nasional. Penandatanganan dilakukan di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam perumusan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran. Karena itu, kolaborasi dengan BPS dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan kualitas serta validitas data pendidikan terus meningkat.

“Kami berkomitmen untuk ke depan bekerja sama secara lebih intensif dalam memperbarui data-data pendidikan. Ini menjadi bagian dari upaya kita melakukan semacam sensus pendidikan secara berkala agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang akurat,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) yang mengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Kemendikdasmen selama ini telah mengumpulkan dan mengolah data satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Namun dinamika di lapangan menuntut pembaruan data yang lebih cepat dan sistematis.

“Pengunggahan data melalui Dapodik memungkinkan satuan pendidikan melakukan pembaruan secara berkala. Hal ini penting mengingat kondisi sekolah sangat dinamis, misalnya adanya guru yang memasuki masa pensiun, mutasi, maupun perubahan data lainnya. Karena itu, integrasi dan sinkronisasi data dengan BPS diharapkan dapat meminimalkan ketidaksesuaian tersebut,” jelasnya.

Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem satu data pendidikan nasional. Setiap kebijakan, baik terkait perencanaan kebutuhan guru, penganggaran, maupun program intervensi pendidikan, diharapkan benar-benar didasarkan pada data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, MoU ini menjadi landasan formal untuk memperluas dan memperdalam sinergi antara kedua lembaga.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi yang sudah berjalan sangat baik. Nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini akan menjadi pengikat untuk memperkuat kerja sama ke depan, khususnya dalam memastikan data pendidikan yang semakin akurat dan berkualitas,” ujar Amalia.

Sebagai tindak lanjut, BPS bersama Kemendikdasmen akan melaksanakan evaluasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) melalui pendataan lengkap terhadap sekitar 457.000 satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat di seluruh Indonesia. Evaluasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat basis kebijakan pendidikan nasional.

“Kami siap melaksanakan evaluasi ini. Dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data pokok pendidikan, kita sekaligus dapat melakukan pembaruan basis data yang selama ini menjadi rujukan berbagai analisis dan perumusan kebijakan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, evaluasi akan dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis gawai. Sistem tersebut memungkinkan data terkirim secara langsung sehingga meminimalkan potensi kesalahan akibat proses manual.

Selain itu, BPS akan memastikan standar metodologi, pengorganisasian lapangan, pengendalian mutu, serta proses verifikasi berjalan sesuai kaidah statistik. Dengan jaringan BPS yang tersebar di seluruh Indonesia, pelaksanaan pendataan diyakini dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan secara komprehensif.

Kemendikdasmen optimistis, melalui sinergi bersama BPS, tata kelola data pendidikan Indonesia akan semakin kuat dan mampu mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas serta berkeadilan bagi seluruh peserta didik di Tanah Air. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru