Senin, 06 April 2026

SMA Kemala Taruna Bhayangkara Umumkan 400 Siswa Lolos Seleksi Terpusat SPMB 2026

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 01 Maret 2026 09:00 WIB
SMA Kemala Taruna Bhayangkara Umumkan 400 Siswa Lolos Seleksi Terpusat SPMB 2026
Peserta mengikuti Nusantara Standard Test (NST) Tahap II Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2026/2027 di laboratorium komputer. (Dok/Humas Polri)

Jakarta (buseronline.com) - SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) resmi mengumumkan hasil Nusantara Standard Test (NST) Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.


Sebanyak 400 siswa terbaik nasional dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap Seleksi Terpusat yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.


Dari total 3.000 peserta yang sebelumnya lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa mengikuti NST Tahap II. Jumlah tersebut mencatat tingkat partisipasi sebesar 88,13 persen dengan keterwakilan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.


Pada NST Tahap II, peserta diuji kompetensinya dalam mata pelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang disajikan dalam Bahasa Inggris, serta Bahasa Inggris.


Perhitungan skor menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT), yakni metode pengukuran berbasis tingkat kesulitan soal yang dianalisis dari pola jawaban seluruh populasi peserta. Pendekatan ini dinilai mampu memastikan proses seleksi berlangsung objektif, adaptif, dan presisi.


Penetapan kelulusan dilakukan berdasarkan merit ranking nasional NST Tahap II. Data menunjukkan seleksi berlangsung sangat ketat. Skor 400 peserta terbaik berada pada rentang 630 hingga 770, sementara rata-rata nasional berada di angka 580.


Artinya, peserta yang lolos berada jauh di atas rata-rata nasional. Dari total 2.644 peserta NST Tahap II, hanya sekitar 15,1 persen yang masuk dalam kategori 5–7 (Baik hingga Luar Biasa) berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate (IB), dan kelompok inilah yang kemudian ditetapkan sebagai 400 peserta terbaik nasional.


Ketua Tim SPMB Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Dewi Amri, menyampaikan bahwa proses seleksi dirancang tidak hanya mengukur capaian akademik semata.


“SPMB SMA KTB bukan sekadar seleksi akademik. Sistem seleksi dirancang transparan, berbasis data, dan meritokrasi. Empat ratus peserta yang lolos merupakan representasi potensi terbaik bangsa yang telah melewati standar akademik tinggi dan evaluasi objektif,” ujarnya.


Ia menegaskan, dilansir dari laman Humas Polri, penetapan berdasarkan NST Tahap II memastikan seleksi tetap adil dan memberi ruang kompetisi setara bagi seluruh peserta dari berbagai latar belakang.


Sebanyak 400 peserta terbaik tersebut berasal dari SMP di 28 provinsi berbeda. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.


Komposisi peserta Top 400 terdiri atas 251 laki-laki (62,75 persen) dan 149 perempuan (37,25 persen). Berdasarkan asal sekolah, peserta berasal dari sekolah negeri sebesar 44 persen, sekolah swasta kurikulum nasional 42,5 persen, serta sekolah swasta kurikulum internasional 13,5 persen.


Data tersebut menunjukkan capaian tinggi tidak semata ditentukan oleh latar belakang sekolah internasional, melainkan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu.


Ketua Yayasan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) yang juga menjabat sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Anwar, menegaskan komitmen pihaknya menjaga integritas proses seleksi.


“YPKTB memastikan SMA KTB menjadi ruang seleksi yang adil dan bermartabat. Sistem ini menjaring anak-anak terbaik bangsa tanpa membedakan asal daerah maupun jenis sekolah. Yang dinilai adalah potensi, integritas, dan kapasitas untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.


Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari 28 provinsi menegaskan bahwa agenda membangun generasi unggul merupakan agenda nasional.


“SMA KTB hadir sebagai bagian dari ikhtiar strategis menyiapkan kader bangsa yang siap bersaing secara global,” katanya.


Pada tahap selanjutnya, 400 peserta terbaik akan mengikuti rangkaian seleksi akhir yang mencakup tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan (rikkes), tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian (PMK), uji kesamaptaan jasmani, leaderless group discussion (LGD), serta wawancara orang tua dan siswa.


SPMB SMA KTB 2026 menjadi tahapan penting untuk menjaring calon peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap ditempa dalam lingkungan pendidikan berasrama yang menekankan disiplin, karakter, kepemimpinan, serta kesiapan berkiprah di tingkat nasional dan global.


Di bawah naungan YPKTB dengan dukungan YPKBI, SMA KTB berkomitmen menjaga proses seleksi yang kredibel dan akuntabel, sekaligus menghadirkan ekosistem pembinaan yang kuat bagi putra-putri terbaik bangsa. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar