Senin, 06 April 2026

Wabup Hanies Buka Gerakan Santri Menulis, Dorong Lahirnya Penulis Nasional Berbasis Kesantrian

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 26 Februari 2026 09:18 WIB
Wabup Hanies Buka Gerakan Santri Menulis, Dorong Lahirnya Penulis Nasional Berbasis Kesantrian
Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ (tengah) memukul beduk sebagai tanda dibukanya Gerakan Santri Menulis (GSM) Suara Merdeka di Pondok Pesantren Ad Da’wa, Sawahan, Rembang, Selasa (24/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Rembang (buseronline.com) - Gerakan Santri Menulis (GSM) yang digagas Suara Merdeka kembali digelar di Kabupaten Rembang. Kegiatan tahunan ini berlangsung di Pondok Pesantren Ad Da’wa, Sawahan, Selasa, dengan tujuan mendorong literasi dan kepenulisan di kalangan santri.

Dilansir dari laman Jatengprov, Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, memberikan apresiasi atas konsistensi Suara Merdeka dalam membangun budaya literasi di lingkungan pesantren. Menurutnya, GSM menjadi gagasan unik karena menghadirkan edukasi jurnalistik di tengah momentum Ramadan.

“GSM ini hal unik yang digagas Suara Merdeka. Di saat banyak pihak berbagi takjil, Suara Merdeka memilih berbagi ilmu di bulan suci ini,” ujar Gus Hanies, sapaan akrab Wakil Bupati, saat membuka kegiatan.

Hanies menilai kegiatan ini memberikan bekal penting bagi santri, terutama dalam bidang kepenulisan dan literasi digital. Kemampuan tersebut dinilai relevan untuk mendukung dakwah serta kontribusi santri di era modern.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Rukardi, menekankan bahwa Rembang memiliki rekam jejak kuat dalam dunia literasi pesantren. Salah satu tokoh inspiratif yang disebutnya adalah KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

“Rembang dikenal sebagai gudang penulis dari kalangan santri. Kami berharap melalui GSM akan lahir penulis-penulis baru, yang membawa nilai kesantrian ke tingkat nasional,” ujar Rukardi.

Pengasuh Ponpes Ad Da’wa, Ustadz Huda, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya sebagai tuan rumah kegiatan. Ia menilai kesempatan ini menjadi momentum berharga bagi santri untuk belajar langsung dari praktisi media.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap budaya literasi di kalangan santri semakin tumbuh, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi yang adaptif dan produktif di era digital,” tambahnya.

Kegiatan GSM diisi dengan materi jurnalistik dasar, mulai dari teknik penulisan berita dan opini, hingga pemanfaatan media sosial secara bijak.

Peserta diajak aktif menulis, berdiskusi, serta praktik langsung untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka.

Dengan penyelenggaraan ini, diharapkan lahir generasi santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu mengekspresikan pemikiran dan gagasannya melalui tulisan, sehingga mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat secara luas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar