Senin, 06 April 2026

Kadisdik Perkuat Kesadaran Hidup Ekologis Sejak Dini di Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 26 Februari 2026 09:12 WIB
Kadisdik Perkuat Kesadaran Hidup Ekologis Sejak Dini di Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H
Seorang peserta menunjukkan hasil pemilahan dan pengemasan sampah pada kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H di Bandung, Selasa (24/2/2026). (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, membuka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa.


Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam merawat dan melestarikan bumi melalui pendidikan yang menekankan nilai keimanan serta kepedulian terhadap lingkungan.


Dalam sambutannya, dilansir dari laman Jabarprov, Kadisdik menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut, yang tidak sekadar program rutin, tetapi juga momentum untuk kembali menyadari bahwa bumi adalah rumah bersama dan amanah kemanusiaan yang harus dijaga secara kolektif.


“Provinsi Jawa Barat yang dianugerahi kekayaan alam berupa gunung, sungai, sawah, dan lautan saat ini menghadapi berbagai tantangan krisis ekologi. Persoalan sampah, pencemaran sungai, berkurangnya ruang terbuka hijau, alih fungsi lahan hingga ancaman ketahanan pangan menjadi realitas yang harus disikapi bersama,” ujar Purwanto.


Ia menegaskan pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus menumbuhkan kesadaran, empati, dan tanggung jawab terhadap lingkungan, sebagai bagian dari peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.


Pesantren Ekologi menghadirkan pendekatan pembelajaran melalui tahapan Pancaniti, yaitu: niti harti, niti surti, niti bukti, niti bakti, hingga niti sajati. Purwanto menjelaskan:


Niti harti mengajarkan kepedulian yang lahir dari hati,


Niti surti melatih kepekaan membaca tanda-tanda alam,


Niti bukti diwujudkan dalam aksi nyata,


Niti bakti membangun konsistensi,


Niti sajati menegaskan bahwa perubahan kecil yang ditanamkan akan bertransformasi menjadi karakter dan jati diri.


“Menanam pohon bukan hanya menanam batang dan akar, tetapi juga menanam kesabaran, harapan, dan tanggung jawab bagi generasi mendatang. Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah pesan bahwa generasi ini memilih untuk merawat dan melestarikan, bukan merusak,” tegas Kadisdik.


Pendidikan ekologis ini sejalan dengan visi Pembangunan Pendidikan Karakter Pancawaluya di Jawa Barat, yang menekankan generasi cageur, bageur, bener, pinter, singer. Purwanto menekankan bahwa generasi yang diharapkan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki hati yang peduli dan keberanian untuk bertindak.


Ia menambahkan, melalui aksi-aksi ekologis seperti memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air dan energi, membuat kompos, menanam dan merawat pohon, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah, Pesantren Ekologi diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dalam pembelajaran dan budaya sekolah.


Purwanto juga menegaskan peran guru sebagai teladan perilaku ramah lingkungan, sementara peserta didik dipersiapkan menjadi pelestari dan pemakmur bumi.


“Perubahan besar tidak harus selalu dimulai dari langkah besar, tetapi berawal dari kebiasaan dan aksi kecil yang dilakukan secara konsisten, tulus, dan dilandasi kesadaran kolektif. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat mendorong kesadaran hidup ekologis sebagai core value dalam membangun pendidikan karakter,” pungkasnya.


Implementasi nilai tersebut diwujudkan melalui lingkungan sekolah yang bersih, tertata rapi, asri, hijau, mandiri dalam pengelolaan sampah, serta memanfaatkan setiap jengkal lahan untuk menanam pohon dan tanaman pangan. Purwanto berharap upaya ini menjadi bagian dari spirit kebangkitan kedaulatan pangan sekaligus pelestarian lingkungan yang dimulai dari satuan pendidikan.


Kadisdik mengajak seluruh sekolah melaksanakan aksi-aksi ekologis secara serentak dan berkelanjutan agar berdampak nyata terhadap perbaikan kualitas lingkungan serta menjadi solusi konkret atas krisis ekologi global.


“Semoga Pesantren Ekologi bisa menjadi ruang tumbuh karakter ekologis yang kuat, mencerminkan praktik nilai-nilai keislaman dalam menjaga dan melestarikan bumi,” tutupnya. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar