Senin, 06 April 2026

200 Dosen dari Seluruh Indonesia Jalani Pendidikan Ideologi Pancasila di Jawa Tengah

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 26 Februari 2026 09:06 WIB
200 Dosen dari Seluruh Indonesia Jalani Pendidikan Ideologi Pancasila di Jawa Tengah
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memberikan sambutan pada Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Khusus bagi Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V di Hotel Novotel Semarang, Selasa (24/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Semarang (buseronline.com) - Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Selama tiga hari, para akademisi tidak hanya berdiskusi mengenai materi ajar, tetapi juga membahas strategi membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan menjadi ruang konsolidasi penting bagi dosen di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

Dilansir dari laman Jatengprov, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan peran dosen sangat krusial karena nilai-nilai Pancasila kali pertama dikonstruksikan secara sistematis di bangku kuliah.

“Nilai ideologi Pancasila itu harus tertanam di teman-teman kita mahasiswa,” tegas Sumarno saat membuka Diklat Angkatan V di Hotel Novotel Semarang. Ia menambahkan, mahasiswa bukan sekadar peserta didik, melainkan calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, Pancasila harus tertanam kuat sebagai pengetahuan sekaligus sikap dan tindakan.

Sumarno juga menekankan pentingnya pendekatan trainer of trainers dalam diklat ini, agar dosen dapat memperluas jangkauan pembinaan ideologi secara lebih masif di lingkungan kampus masing-masing.

“Kami berharap bahwa dengan pelatih ini, embrio akan berkembang dan menyebar ke seluruh masyarakat khususnya di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menyebut pembinaan ideologi Pancasila kini diperkuat melalui buku teks utama yang diterbitkan BPIP bersama kementerian terkait. Buku tersebut telah digunakan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SLTA, dan saat ini BPIP tengah menyiapkan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi.

Yudian juga menyoroti Kota Semarang sebagai salah satu daerah dengan implementasi Pendidikan Pancasila yang masif.

“Semarang hampir mencapai 98 persen dalam penyelenggaraan Pendidikan Pancasila berbasis buku teks utama. Ini capaian yang patut diapresiasi,” katanya.

Diklat Angkatan V ini diikuti 200 dosen, terdiri dari 140 peserta dari luar Semarang dan 60 dosen dari Kota Semarang. Selama pelatihan, peserta difokuskan pada penguatan kemampuan mengonstruksikan karakter Pancasila melalui aspek pengetahuan, disposisi, dan tindakan, khususnya dalam pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pendidikan Pancasila.

Melalui forum ini, diharapkan dosen tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga motor penggerak internalisasi nilai Pancasila di lingkungan akademik, sehingga mahasiswa dapat tumbuh menjadi warga negara yang berkarakter dan berintegritas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar