Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sejak diluncurkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025, program ini menjadi bagian dari komitmen negara menghadirkan layanan pendidikan yang aman, layak, dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia.
Salah satu capaian program tersebut dirasakan langsung oleh PAUD Murmas Kertaraharja yang berlokasi di Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Wilayah ini sebelumnya terdampak gempa bumi berkekuatan 7,0 Skala Richter pada 2018 yang menyebabkan kerusakan hingga 100 persen pada rumah warga dan fasilitas umum, termasuk gedung PAUD Murmas.
Pada 2025, PAUD Murmas ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran lebih dari Rp563 juta. Bantuan tersebut meliputi pembangunan Unit Ruang Kelas Baru (RKB), ruang UKS, toilet ramah anak, serta arena bermain lengkap dengan fasilitas permainan edukatif.
Kepala Sekolah PAUD Murmas, Azizah Safitri, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima. Menurutnya, revitalisasi membawa dampak signifikan terhadap kenyamanan dan kualitas pembelajaran.
“Dengan revitalisasi, para guru lebih nyaman dan termotivasi dalam melaksanakan pembelajaran karena lingkungan aman dan fasilitas memadai. Murid dapat belajar dengan ceria, didukung sarana bermain yang menunjang perkembangan motorik, sosial-emosional, dan kognitif secara optimal,” ujarnya.
Dampak serupa dirasakan SMAN 3 Fatuleu di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pada 2025, sekolah tersebut menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1.058.264.000 untuk rehabilitasi toilet murid, ruang kelas, ruang administrasi, laboratorium TIK, pembangunan toilet baru, serta pembangunan laboratorium IPA.
Kepala SMAN 3 Fatuleu, Yosef Kono, menyebut program revitalisasi memberikan dampak positif bagi sekolah dan masyarakat sekitar. Selain meningkatkan kualitas sarana prasarana, pelaksanaan pembangunan dengan skema swakelola selama sekitar 120 hari kerja turut menggerakkan ekonomi masyarakat setempat, mulai dari pedagang kecil hingga penyedia bahan bangunan.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program revitalisasi juga menjangkau kawasan perbatasan timur Indonesia, salah satunya di Distrik Towe yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.
SMP Negeri 1 Towe, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, menerima bantuan lebih dari Rp2,6 M untuk pembangunan ruang administrasi, laboratorium, ruang kelas, rumah dinas guru, ruang UKS, serta rehabilitasi toilet.
Kepala SMP Negeri 1 Towe, Laurensius Wiku, menyampaikan bahwa revitalisasi yang dilaksanakan pada 2025 selesai tepat waktu dan membawa manfaat besar bagi sekolah serta masyarakat sekitar.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu ti. Revitalisasi ini sangat bermanfaat dan menjadi investasi jangka panjang bagi pemajuan pendidikan, khususnya bagi peserta didik Papua,” tuturnya.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam Konsolidasi Nasional di Depok, 10 Februari 2026, menegaskan bahwa program prioritas pendidikan, termasuk revitalisasi satuan pendidikan, akan terus diperkuat pada 2026.
Berdasarkan rekap Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Tahun 2025, sebanyak 14.072 satuan pendidikan telah menerima program revitalisasi, terdiri atas 1.515 PAUD, 6.328 SD, 3.989 SMP, dan 2.240 SMA. Dari jumlah tersebut, 949 sekolah berada di wilayah timur Indonesia dan daerah 3T.
Kemendikdasmen memastikan program revitalisasi akan terus diperluas guna menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di wilayah 3T dan daerah terdampak bencana. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar