Senin, 06 April 2026

Pemda, Guru, dan Pemuda Bersinergi Jaring Praktik Baik Revitalisasi Bahasa Daerah

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 22 Februari 2026 09:06 WIB
Pemda, Guru, dan Pemuda Bersinergi Jaring Praktik Baik Revitalisasi Bahasa Daerah
Suasana Gelar Wicara Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 bertema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa” di Gedung M Tabrani, Kantor Badan Bahasa, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia tercatat memiliki 718 bahasa daerah, menjadikannya negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia. Namun, sebagian besar bahasa kini berstatus rentan, terancam punah, hingga kritis.

Menyikapi hal ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menjalankan Program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dengan fokus pada generasi muda.

Hingga 2025, revitalisasi telah dilakukan terhadap 120 bahasa daerah di 38 provinsi melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan bahasa dan identitas bangsa.

Pernyataan ini disampaikan dalam Gelar Wicara Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 bertema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa” di Jakarta, Rabu.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar bahasa daerah tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda. Bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi jembatan yang menghubungkan hati, menghidupkan sejarah, serta membawa nilai budaya dan karakter bangsa. Ketika sebuah bahasa daerah hilang, hilang pula sebagian jati diri kita,” ujar Hafidz di hadapan 135 peserta yang hadir secara luring maupun daring di Gedung M Tabrani, Kantor Badan Bahasa.

Senada, Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Ananto Kusuma Seta, mengingatkan sejarah lahirnya Hari Bahasa Ibu Internasional yang berakar dari perjuangan bahasa di Bangladesh. Ia menekankan peran pemuda sebagai pencipta pendidikan masa depan.

“Bahasa ibu memuat tata krama dan nilai kemanusiaan. Bahasa daerah menguatkan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Generasi muda juga perlu menguasai bahasa asing untuk berdaya saing global tanpa kehilangan identitas nasional,” tegas Ananto.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Perwakilan UNESCO Indonesia, Gunawan Zakki, menambahkan, generasi muda memiliki kemampuan berbagi, berjejaring, dan berkreasi, termasuk melalui konten digital yang dapat menyisipkan bahasa daerah.

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili, memaparkan praktik baik pembelajaran berbasis bahasa daerah. Di kabupatennya, rendahnya literasi menjadi faktor tingginya angka putus sekolah saat transisi SD ke SMP.

Melalui kerja sama dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), pemerintah daerah menerapkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar di kelas awal.

“Hasilnya signifikan. Anak-anak yang sebelumnya belum lancar membaca kini menunjukkan peningkatan kemampuan literasi,” ujar Umbu Lili, menekankan pentingnya dukungan guru yang menguasai bahasa setempat.

Praktik serupa dilakukan di SDN Aebowo, Kabupaten Nagekeo, NTT. Kepala sekolah, Maria Ugha, menjelaskan, mayoritas siswa kelas awal belum memahami bahasa Indonesia sehingga pembelajaran menggunakan bahasa ibu membuat suasana kelas lebih aktif, menyenangkan, dan meningkatkan kemampuan literasi dasar siswa. Guru juga dibekali strategi belajar melalui bermain, bernyanyi, kartu huruf, membaca gambar, hingga menulis secara bertahap.

Di Bali, Duta Bahasa Provinsi 2025, Ida Ayu Alit Srilaksmi, memperkenalkan aplikasi Pelindungan Bahasa dan Sastra Bali (PARASALI) berbasis edutainment. Aplikasi ini memadukan kamus, permainan, dan nyanyian dalam bahasa Bali untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap aksara dan sastra. Hingga 2026, aplikasi telah digunakan oleh 61.628 pengguna.

Melalui peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmen untuk memperkuat pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu, mendorong partisipasi generasi muda, dan memastikan bahasa daerah tetap hidup dalam ekosistem pendidikan nasional, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar