Semarang (buseronline.com) - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) guna mendorong publikasi pembangunan daerah sekaligus meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Jumat.
Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Kepala Diskomdigi Jawa Tengah Agung Hariyadi dan Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono. Penandatanganan yang bertepatan dengan ajang Collaborative Award 2026 itu turut disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng Iwanuddin Iskandar.
Kepala Diskomdigi Jateng Agung Hariyadi menjelaskan, kolaborasi tersebut membuka ruang bagi mahasiswa FISIP Undip untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Mahasiswa dapat mengikuti magang praktik kerja lapangan (PKL), penelitian di bidang komunikasi dan informatika, serta terlibat langsung dalam program pengabdian masyarakat melalui desa dampingan,” ujar Agung.
Selain itu, dilansir dari laman Jatengprov, kerja sama juga mencakup publikasi bersama terkait kebijakan dan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Informasi akan disebarluaskan melalui berbagai kanal, baik media internal pemerintah, media kampus, maupun saluran komunikasi yang dimiliki sivitas akademika.
Agung menambahkan, ruang lingkup kolaborasi tidak hanya terbatas pada mahasiswa program sarjana (S1), tetapi juga mencakup mahasiswa program magister (S2) hingga doktoral (S3), sehingga manfaat kerja sama dapat dirasakan secara lebih luas.
Kerja sama tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi. Menurutnya, sinergi antara Pemprov Jateng dengan perguruan tinggi menjadi langkah konkret agar kontribusi akademisi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dengan pengawalan dari pemerintah provinsi serta kolaborasi bersama industri di daerah, dampaknya akan lebih nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jateng memberikan penghargaan kepada enam perguruan tinggi yang dinilai terbaik dalam menjalin sinergi pembangunan daerah, yakni Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Muria Kudus, UIN Walisongo Semarang, Universitas Wahid Hasyim, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Penghargaan juga diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota terbaik dalam bersinergi dengan Pemprov Jateng, yaitu Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa kolaborasi lintas sektor. Ia meminta seluruh jajarannya aktif menggandeng 35 pemerintah kabupaten/kota serta melibatkan perguruan tinggi dalam setiap proses pembangunan.
Luthfi juga menekankan fokus kepemimpinannya untuk “ngopeni” wong Jateng, salah satunya melalui penguatan swasembada pangan. Saat ini, produksi padi Jawa Tengah mencapai 9,3 juta ton atau berkontribusi sekitar 15,5 persen terhadap produksi nasional.
Selain sektor pangan, peningkatan investasi juga menjadi prioritas utama guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang saat ini berkontribusi sekitar 85 persen terhadap keuangan daerah.
“Saya jamin investasi di Jawa Tengah tidak ada mafia. Jika ada, laporkan kepada saya, termasuk para bupati dan wali kota jika mengalami hal tersebut. Kepastian perizinan juga terus kita permudah,” tegas Ahmad Luthfi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Pemprov Jateng berharap percepatan pembangunan dapat berjalan lebih efektif, partisipatif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar