Senin, 06 April 2026

Kemendikdasmen Sigap Tangani Dampak Bencana di SMPN 48 Sa Ate, NTT

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 19 Februari 2026 09:12 WIB
Kemendikdasmen Sigap Tangani Dampak Bencana di SMPN 48 Sa Ate, NTT
Tim Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah meninjau kondisi ruang kelas SMPN 48 Sa Ate, Kabupaten Sikka, NTT, pascabencana angin kencang, Sabtu (14/2/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bergerak cepat menangani dampak bencana angin yang merusak bangunan SMPN 48 Sa Ate di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai langkah awal, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT menurunkan tim untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Sabtu (14/2/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Dinas Pendidikan setempat guna memastikan kondisi bangunan serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan menyeluruh.

Sekolah tersebut berada di wilayah pegunungan dengan akses cukup sulit, sehingga koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam proses penanganan.

Untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan dengan menumpang di SDN Saikui, Desa Bu Utara, Kecamatan Tana Wawo. Langkah ini dilakukan agar hak peserta didik tetap terpenuhi meski fasilitas sekolah rusak.

Selain penanganan darurat, Kemendikdasmen juga menindaklanjuti kebutuhan pemulihan sarana prasarana melalui penguatan usulan revitalisasi tahun anggaran 2026.

Berdasarkan asesmen lapangan, kebutuhan meliputi pembangunan tiga ruang kelas belajar, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah, dan satu unit toilet.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto menegaskan komitmen pemerintah agar tidak ada anak kehilangan hak belajar akibat bencana.

“Kami memastikan proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat. Negara harus hadir cepat, terutama di wilayah dengan akses terbatas. Revitalisasi akan kami kawal agar segera direalisasikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Ia menambahkan koordinasi dengan pemerintah daerah terus diperkuat agar pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, penanganan sekolah terdampak bencana bukan hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga memastikan ekosistem pembelajaran kembali aman dan nyaman.

Kepala SMPN 48 Sa Ate, Maria Astinuli, menyampaikan apresiasi atas kunjungan BPMP NTT. Ia menilai kehadiran tim verifikasi lapangan memberi harapan percepatan penanganan.

“BPMP memverifikasi data faktual terkait kondisi sekolah dan mendorong pemerintah merespons lebih cepat. Kami berharap sekolah dapat segera diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar berjalan normal,” katanya dari Maumere.

Saat ini sekolah hanya memiliki dua ruang kelas dengan kondisi darurat. SMPN 48 Sa Ate memiliki 52 siswa, terdiri atas 22 siswa kelas VII dan 30 siswa kelas VIII, dengan tenaga pengajar 11 orang — satu guru PPPK dan sepuluh guru honorer komite.

Kemendikdasmen menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta mengupayakan percepatan dukungan sesuai mekanisme yang berlaku sebagai bagian dari komitmen menjamin hak pendidikan seluruh anak Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan terdampak bencana. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar