Senin, 06 April 2026

Kepala Humas PTDI Kerry Sebut Wisata Edukasi Dirgantara Perkuat Daya Tarik Bandung

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 19 Februari 2026 09:00 WIB
Kepala Humas PTDI Kerry Sebut Wisata Edukasi Dirgantara Perkuat Daya Tarik Bandung
Pelajar mengamati display pesawat saat mengikuti program wisata edukasi Edutainment Dirgantara Indonesia di kawasan PT Dirgantara Indonesia, Bandung. (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Program Edutainment Dirgantara Indonesia yang digelar di kawasan pabrik PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjadi salah satu magnet wisata edukasi unggulan di Kota Bandung.

Melalui program ini, masyarakat dapat melihat secara langsung proses industri penerbangan nasional di hanggar produksi pesawat PTDI yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Program Edutainment Dirgantara Indonesia menawarkan tur edukasi berdurasi sekitar 45 menit dengan menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus).

Selama tur, pengunjung didampingi oleh pemandu dari karyawan PTDI yang memberikan penjelasan seputar sejarah industri dirgantara nasional, proses produksi pesawat, hingga teknologi kedirgantaraan yang dikembangkan di dalam negeri.

Kepala Humas PT Dirgantara Indonesia, Kerry Apriawan, mengatakan bahwa program ini bertujuan membuka akses publik agar dapat mengenal lebih dekat industri strategis nasional yang selama ini relatif tertutup bagi masyarakat umum.

“Lewat program ini, kami ingin membuka akses masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses produksi pesawat dan berbagai produk dirgantara buatan anak bangsa. Selama ini kawasan ini relatif tertutup untuk umum, sehingga Edutainment Dirgantara menjadi jembatan antara industri strategis dan masyarakat,” ujar Kerry.

Dalam kunjungan tersebut, dilansir dari laman Jabarprov, wisatawan diajak masuk ke hanggar PTDI untuk melihat langsung koleksi pesawat produksi dalam negeri, seperti pesawat legendaris N250, NC212i, CN235, hingga N219 Nurtanio.

Pengunjung juga diperkenalkan dengan berbagai wahana tanpa awak, di antaranya Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) Wulung serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Elang Hitam yang dikembangkan untuk kepentingan pertahanan dan pemantauan.

Kerry menegaskan bahwa kunjungan ini sekaligus menjadi bukti konkret bahwa produk dirgantara Indonesia telah memiliki daya saing global dan menembus pasar internasional.

“Kami ingin menumbuhkan kebanggaan bahwa pesawat-pesawat ini bukan hanya dipakai di dalam negeri, tetapi juga diekspor dan digunakan di berbagai negara, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika,” ungkapnya.

Selain mengunjungi hanggar produksi, wisatawan juga dapat masuk ke gedung khusus PTDI yang menampilkan mock up pesawat. Di lokasi tersebut, pengunjung dapat berfoto, merasakan langsung suasana kabin pesawat, serta mengenal lebih dekat berbagai komponen pesawat terbang.

Pengalaman menarik lainnya adalah menikmati aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat komersial dari DI Runway 29 Cafe. Sambil bersantai, pengunjung mendapatkan penjelasan dari pemandu mengenai jenis pesawat yang melintas serta rute penerbangannya.

Program Edutainment Dirgantara Indonesia juga memberikan manfaat besar bagi pelajar, khususnya siswa SMA dan SMK. Mereka dapat menyaksikan langsung tahapan produksi pesawat, mulai dari pengolahan material, perakitan komponen, hingga tahap penyelesaian akhir.

Sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTDI membuka kunjungan gratis bagi pelajar SMA dan SMK di Jawa Barat setiap hari Jumat.

Sementara itu, masyarakat umum dapat berkunjung pada Sabtu dan Minggu pukul 09.00–16.00 WIB dengan tarif Rp30.000 per orang.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama tur berlangsung, pengelola membatasi jumlah pengunjung maksimal sebanyak 280 orang per hari.

Tiket kunjungan dapat dibeli secara daring maupun langsung di lokasi, namun masyarakat disarankan melakukan pemesanan secara online agar tidak kehabisan kuota.

Salah seorang pengunjung mengaku terkesan dengan pengalaman melihat langsung pesawat buatan Indonesia. Menurutnya, wisata ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi yang membuka wawasan, terutama bagi anak-anak dan keluarga.

Kehadiran Edutainment Dirgantara Indonesia dinilai semakin memperkaya pilihan wisata tematik di Kota Bandung. Selain menjadi destinasi rekreasi, program ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang mampu menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia sains, teknologi, dan industri kedirgantaraan nasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar