Gowa (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu ti memberikan motivasi dan penguatan karakter kepada ratusan siswa SMK Negeri 5 Gowa dalam kunjungannya ke Sulawesi Selatan, Sabtu.
Melalui kegiatan bertajuk Pagi Ceria, ia mengajak peserta didik untuk terus belajar, optimistis, serta mengembangkan potensi diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan yang diikuti seluruh warga sekolah itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta Senam Anak Indonesia Hebat.
Program Pagi Ceria merupakan salah satu inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam membangun kebiasaan positif dengan memulai hari secara sehat, ceria, dan penuh semangat sebelum pembelajaran dimulai. Program ini juga menjadi bagian dari penguatan karakter melalui pembiasaan yang konsisten.
Dalam arahannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti menegaskan setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kemampuan unik yang dapat berkembang menjadi keunggulan apabila diasah dengan kesungguhan dan kerja keras.
Ia mengingatkan bahwa kehebatan tidak semata diukur dari capaian akademik, melainkan dari kemampuan mengenali dan mengembangkan diri.
“Anak-anakku sekalian, kalian semua akan bisa menjadi anak-anak yang hebat. Kalian semua punya potensi, kemampuan, dan bakat. Bakat itu akan menjadi hebat kalau kalian bersungguh-sungguh mewujudkannya,” ujarnya.
Ia menyampaikan tiga pesan utama sebagai kunci keberhasilan meraih cita-cita. Pertama, mengenali diri sendiri dengan memahami potensi, minat, dan arah pengembangan diri.
“Langkah pertama untuk menjadi anak yang hebat adalah kenali dirimu. Andalah yang paling tahu kemampuan seperti apa yang kalian miliki,” pesannya.
Kedua, membangun rasa percaya diri sebagai fondasi agar potensi berkembang optimal. Ketiga, disiplin diri (self-discipline), yakni kemampuan mengatur waktu, membedakan hal yang bermanfaat dan tidak, serta bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.
“Mereka yang sukses adalah mereka yang menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan efektif. Ada waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat. Kalian sendiri yang mengatur. You are the manager of your own,” tegasnya.
Dalam konteks perkembangan teknologi yang pesat, Mendikdasmen juga mengingatkan bahwa transformasi digital akan mengubah banyak sektor pekerjaan.
Namun, perubahan tersebut juga membuka peluang baru. Karena itu, siswa diminta adaptif, berani mencoba, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.
Selain kompetensi teknis, ia menekankan pentingnya penguatan soft skills seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta adaptasi sosial.
Menurutnya, keberhasilan seseorang juga ditentukan oleh kemampuan bekerja dalam tim dan menjalin relasi yang baik.
“Tidak ada satupun ilmu yang tidak berguna dan tidak ada keterampilan yang tidak bermanfaat. Jika kalian memiliki soft skills yang baik, di manapun berada kalian akan mampu bekerja dengan baik sebagai seorang profesional,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 5 Gowa, Muhammad Ilyas, menyampaikan bahwa Program Pagi Ceria rutin dilaksanakan setiap Rabu pukul 07.15 WITA.
Program tersebut dinilai berdampak positif dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi siswa untuk datang lebih awal ke sekolah.
Ia menambahkan, kehadiran Mendikdasmen menjadi pengalaman berkesan bagi para siswa. “Siswa sangat antusias terhadap kunjungan Pak Menteri karena mereka dapat bertemu langsung dan diajak berdialog. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi mereka,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21.
Diharapkan, para siswa SMK Negeri 5 Gowa dan peserta didik di seluruh Indonesia tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, disiplin, adaptif, dan siap menghadapi masa depan dengan optimisme. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar