Kalimantan Barat (buseronline.com) - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan sekadar membangun gedung, melainkan menghadirkan ruang belajar yang aman, sehat, dan bermartabat bagi guru dan siswa.
Pemerintah memastikan setiap rupiah anggaran berdampak nyata terhadap kualitas pembelajaran, khususnya di sekolah-sekolah yang membutuhkan perhatian ekstra.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bengkayang dan Mempawah pada 12–13 Februari 2026 untuk meninjau program revitalisasi serta memastikan implementasi program prioritas Kemendikdasmen berjalan tepat sasaran.
Dalam kunjungannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wamen Fajar meninjau SMPN 1 Anjongan dan SMPN 3 Teriak, yang telah menerima revitalisasi, serta melakukan pendataan di SDN 3 Jongkat sebagai calon penerima program berikutnya.
Kunjungan ini tidak bersifat seremonial, tetapi untuk menyerap praktik baik di lapangan, termasuk penggunaan Interactive Flat Panel (IFP), penerapan Makan Bergizi Gratis (MBG), dan budaya Sekolah Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan baru. Ini soal memberi ruang bagi anak-anak belajar nyaman, memberi tempat guru mengajar dengan semangat, dan memastikan setiap program mulai dari IFP, MBG, hingga budaya ASRI berjalan dengan dukungan fasilitas layak,” ujar Wamen Fajar saat berdialog dengan siswa kelas 9F di SMPN 1 Anjongan.
Di SMPN 1 Anjongan, revitalisasi mencakup Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, ruang komputer, dan peningkatan fasilitas sanitasi. Kepala sekolah Edy Supardi menyebut perubahan tersebut membawa dampak besar bagi kenyamanan siswa. “Anak-anak senang belajar dengan IFP. Mereka merasa semangat dan lebih termotivasi,” ungkap Edy.
Selain fasilitas, transformasi pembelajaran juga dilakukan. Program bimbingan belajar persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berjalan setiap hari untuk 160 siswa kelas IX. Sekolah juga menampilkan pentas seni dan kegiatan pramuka yang meraih juara tingkat provinsi, memperkuat karakter siswa.
Budaya ASRI dilaksanakan setiap pagi, termasuk kegiatan “Jumat Sehat” dan pembiasaan jurnal 7 kebiasaan, menumbuhkan disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab.
Di SMPN 3 Teriak, revitalisasi menyentuh rumah dinas guru, laboratorium IPA, toilet, dan penyediaan mebelair baru. Wamen Fajar menekankan bahwa dukungan ini adalah afirmasi bahwa negara hadir untuk pendidik di daerah terpencil. “Ini bukan sekadar infrastruktur. Ini untuk menjaga kesehatan guru dan semangat mengajar mereka,” jelasnya.
Sementara itu, di SDN 3 Jongkat, proses revitalisasi masih dalam tahap pendataan. Namun praktik baik seperti budaya ASRI, penggunaan IFP, Program MBG, dan bimbingan belajar TKA telah berjalan.
Guru kelas VI, Rima, menyampaikan perubahan perilaku siswa terlihat signifikan. Salah satu siswi, Afizah Az Zahra, menambahkan, “Sekarang sekolah lebih nyaman, teman-teman disiplin, dan tidak nakal lagi.”
Peninjauan ini menjadi dasar penyusunan prioritas revitalisasi berbasis kebutuhan nyata sekolah. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, praktik baik yang telah ada di SDN 3 Jongkat diharapkan dapat berjalan lebih optimal, meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar