Jumat, 22 Mei 2026

Mendikdasmen: 100 Persen Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Dipastikan Kembali Beroperasi

Senin, 16 Februari 2026 09:12 WIB
Mendikdasmen: 100 Persen Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Dipastikan Kembali Beroperasi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan paparan dalam rapat koordinasi penanganan sekolah terdampak bencana di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan seluruh sekolah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah berhasil melaksanakan kembali kegiatan pembelajaran.

Pencapaian ini menjadi fondasi penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Dalam rapat koordinasi di Kementerian Dalam Negeri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Mu’ti memaparkan data tingkat kerusakan sarana dan prasarana pendidikan.

Total terdapat 4.863 sekolah terdampak, dengan rincian 3.409 rusak ringan, 925 rusak sedang, 437 rusak berat, dan 92 sekolah direlokasi. Aceh mencatat 3.073 sekolah terdampak, Sumatra Utara 1.168, dan Sumatera Barat 622 sekolah.

“Penghitungan kerusakan didasarkan pada ruang esensial seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah,” jelas Menteri Mu’ti.

Penilaian kerusakan dilakukan melalui rekonsiliasi data bersama Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi. Untuk memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi, Kemendikdasmen mengambil langkah cepat agar kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan.

“Meski banyak infrastruktur rusak berat, per tanggal 11 Februari 2026, progres pemulihan pelaksanaan pembelajaran sudah mencapai 100 persen,” kata Menteri Mu’ti.

Rincian pemulihan menunjukkan, di Aceh, 3.001 sekolah kembali ke gedung asal, 52 sekolah belajar di tenda darurat, dan 20 sekolah menumpang di sekolah lain sementara.

Di Sumatra Utara, 1.142 sekolah kembali ke lokasi semula dan 26 masih menggunakan tenda darurat. Sementara di Sumatera Barat, 599 sekolah kembali ke sekolah asal, 21 sekolah di tenda, dan 2 sekolah menumpang.

“Total pembelajaran sudah 100 persen. Per 26 Januari lalu, terdapat 129 sekolah di tenda/kelas darurat, kini tersisa 99 sekolah. Sekolah menumpang dari 27 menjadi 22 sekolah,” ungkapnya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya menilai sinergi antara kementerian, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat telah menghasilkan hasil nyata dalam waktu dua bulan pascabencana.

“Data dan fakta ini menunjukkan hasil super cepat dan kerja konkret, terbukti pelaksanaan pembelajaran sudah 100 persen,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatra Tito Karnavian menambahkan, Kemendikdasmen telah mengidentifikasi tingkat kerusakan dengan tepat.

“Mendikdasmen sudah mengetahui mana yang rusak berat, sedang, maupun ringan. Bantuan diberikan melalui satgas bersama TNI/Polri, dan pembangunan sekolah dilakukan sesuai timeline yang jelas,” pungkasnya.

Upaya cepat ini menjadi bukti efektifnya kolaborasi lintas kementerian dan pihak terkait dalam memastikan hak belajar anak-anak terdampak bencana tetap terpenuhi tanpa hambatan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru