Surabaya (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meninjau langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat di area kampus Universitas Negeri Surabaya, Kamis.
Program tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan berkualitas dan inklusif bagi masyarakat prasejahtera.
Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur itu, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Mu’ti menegaskan Sekolah Rakyat menjadi langkah konkret pemerintah mewujudkan pemerataan akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sekolah Rakyat adalah bukti kehadiran negara dalam menjawab Asta Cita Presiden Prabowo untuk memastikan pendidikan bermutu dapat diakses semua kalangan secara gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah tidak ingin kendala ekonomi mematahkan semangat belajar anak. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan lebih baik melalui pendidikan.
Suasana hangat tampak ketika Mendikdasmen memasuki ruang kelas dan berdialog langsung dengan murid. Salah seorang siswa menyampaikan rasa terima kasih atas keberadaan sekolah tersebut.
“Kepada Bapak Presiden, terima kasih sudah membuat program ini untuk anak-anak yang tidak mampu. Semoga ke depannya sekolahnya dapat menyebar ke seluruh Indonesia agar semua bisa merasakan sekolah gratis,” ucapnya.
Siswa tersebut juga menceritakan cita-citanya menjadi arsitek karena gemar menggambar desain bangunan dan ingin mengubah nasib keluarga.
Menanggapi hal itu, Mu’ti memberikan semangat dan motivasi agar murid terus rajin belajar serta tidak menyerah mengejar impian.
“Kami ingin Sekolah Rakyat menjadi jembatan bagi murid untuk meraih mimpi. Kemendikdasmen berkomitmen membangun ekosistem pendidikan inklusif agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap bisa hebat, kuat, dan tangkas dalam mengejar cita-citanya,” pungkasnya.
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap akses pendidikan gratis dan berkualitas dapat dirasakan lebih luas sehingga kesempatan belajar semakin merata di seluruh Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar