Sabtu, 24 Oktober 2026

Pemprov Jabar Dorong Kesetaraan Pendidikan lewat Beasiswa Pancawaluya

Sabtu, 14 Februari 2026 06:12 WIB
Pemprov Jabar Dorong Kesetaraan Pendidikan lewat Beasiswa Pancawaluya
Suasana kegiatan belajar mengajar di salah satu SMA di Jawa Barat. (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akses pendidikan setara bagi seluruh peserta didik melalui Program Beasiswa Personal Pancawaluya bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun Anggaran 2025, Rabu (11/2/2026).

Program ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 422.5/Kep.777-Disdik/2025 tentang Peserta Didik SMA, SMK, dan SLB Penerima Beasiswa Personal Pancawaluya Tahun Anggaran 2025.

Dilansir dari laman Jabarprov, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa program ini menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memastikan siswa dari sekolah negeri maupun swasta memiliki kesempatan pendidikan yang sama.

“Beasiswa Personal Pancawaluya dirancang untuk membantu peserta didik agar tetap mendapatkan layanan pendidikan tanpa terhambat persoalan ekonomi,” jelas Purwanto. Ia menegaskan penyaluran beasiswa dilakukan tepat sasaran dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp35 M pada Tahun Anggaran 2025 untuk mendukung program ini. Total penerima beasiswa mencapai 9.401 siswa, terdiri dari 4.641 siswa sekolah negeri dan 4.760 siswa sekolah swasta. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp3.600.000 selama masa pendidikannya.

Purwanto menekankan bahwa beasiswa ini menjadi solusi agar anak-anak di Jawa Barat tidak terhambat pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.

“Tidak boleh ada anak Jawa Barat yang putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Negara harus hadir memastikan semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan,” pungkasnya.

Program Beasiswa Personal Pancawaluya diharapkan mampu mendorong pemerataan pendidikan, menekan angka putus sekolah, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi akademik maupun keterampilan vokasi secara optimal. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi Rp9,65 Miliar ke Pemprov DKI, Bakal Jadi Pos Damkar
Peringati HUT ke-75 Humas Polri, 100 Orang Ikuti Donor Darah Serentak
Diskominfo Toba Hadiri Workshop Penguatan Kehumasan Pemerintah Daerah se-Sumut
Pemkab Tapanuli Utara Usulkan Tiga Ruas Jalan Provinsi Sepanjang 76 Km Jadi Jalan Nasional
Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Petani dan Nelayan Jadi Sasaran
Pemprov Sumut Ingatkan ASN Waspadai Investasi Bodong dan Judi Online
komentar
beritaTerbaru