Senin, 07 September 2026

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bantu Penyintas Bencana Aceh Utara Lewat Pengabdian dan Trauma Healing

Kamis, 12 Februari 2026 09:00 WIB
Mahasiswa STIK Angkatan 83 Bantu Penyintas Bencana Aceh Utara Lewat Pengabdian dan Trauma Healing
Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 bersama personel kepolisian dan para siswa berfoto bersama usai pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan trauma healing bagi penyintas bencana di Aceh Utara, Provinsi Aceh. (Dok/Humas Polri)

Jakarta (buseronline.com) - Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 melaksanakan misi kemanusiaan melalui program Pengabdian Masyarakat (Dianmas) di Aceh Utara, Provinsi Aceh.


Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian calon perwira Polri terhadap masyarakat terdampak bencana alam, sekaligus upaya membantu pemulihan psikososial para penyintas.


Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Sindikat 8 diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk memberikan pendampingan trauma healing, dukungan psikologis, serta menyalurkan bantuan sosial guna meringankan beban warga pascabencana.


Selain sebagai bentuk pengabdian sosial, dilansir dari laman Humas Polri, program Dianmas juga merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan yang dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial para peserta didik.


Selama kurang lebih tiga minggu, para mahasiswa meninggalkan kegiatan akademik di kelas untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi nyata di lapangan.


Kegiatan Sindikat 8 berada di bawah koordinasi Perwira Pendamping Kombes Pol Didit Bambang Wibowo. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa diarahkan mengedepankan pendekatan humanis dan empati dalam setiap aktivitas sosial dan kemanusiaan.


Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A Chaniago, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi Polri dalam menyiapkan calon perwira yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian sosial yang tinggi.


“Program pengabdian masyarakat ini menjadi momentum bagi para mahasiswa STIK untuk terjun langsung membantu warga yang terdampak bencana. Kami ingin membentuk perwira Polri yang humanis, tanggap, dan mampu hadir memberikan solusi di tengah masyarakat,” ujar Erdi.


Mengusung semangat “Mari Bersama Pulihkan Aceh Utara, Kita Bisa,” para mahasiswa berupaya memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan wilayah terdampak. Kehadiran mereka tidak sekadar kunjungan formal, melainkan pendampingan langsung melalui kegiatan trauma healing, interaksi edukatif, hingga distribusi bantuan sosial.


Program ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi mental dan sosial masyarakat, sekaligus membentuk profil perwira Polri masa depan yang profesional, berintegritas, serta mampu menjadi pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.


Melalui kegiatan Dianmas tersebut, STIK Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya untuk melahirkan sumber daya manusia Polri yang responsif terhadap persoalan kemanusiaan dan siap hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi darurat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Sejumlah Gunung Masih Siaga, Abu Anak Krakatau Terdeteksi hingga Jakarta
Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
KPK Kawal Pembenahan Tata Kelola ASDP Pascapenindakan
Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Dapat Pengobatan Gratis
20 Sekolah di Kabupaten Bekasi Selesai Jalani Verifikasi Adiwiyata 2026
Kemenkes dan OJK Perkuat Pembiayaan Kesehatan melalui Kolaborasi Asuransi dan Rumah Sakit
komentar
beritaTerbaru