Depok (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat kolaborasi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan mutu serta pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Februari 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan pendidikan untuk menyamakan persepsi, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif dalam pelaksanaan program prioritas pendidikan nasional.
Konsolnas secara resmi dibuka Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.
Menurut Pratikno, dilansir dari laman Kemendikdasmen, peran aktif pemerintah daerah, kepala dinas, kepala sekolah, hingga guru sangat menentukan keberhasilan pembangunan pendidikan.
Ia menekankan bahwa sekolah harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan zaman.
“Kami ingin mengajak Bapak/Ibu menjadi orkestrator untuk membangun SDM unggul. Sekolah harus menjadi media pembelajaran untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta mampu menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim,” ujar Pratikno, Senin.
Ia pun mengapresiasi kerja keras seluruh insan pendidikan serta mendorong penguatan sinergi lintas sektor.
“Selamat bekerja dan bersinergi. Kami siap berkomunikasi dan berjalan bersama dalam agenda besar membangun SDM unggul dan tangguh,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memaparkan sejumlah capaian program prioritas Kemendikdasmen, seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, Wajib Belajar 13 Tahun, hingga penguatan bahasa dan sastra Indonesia.
Ia menilai Konsolnas menjadi momentum penting untuk mempercepat sekaligus memperluas pelaksanaan program-program tersebut agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat.
“Apa yang sudah kami lakukan akan terus kami tingkatkan. Sepanjang tahun 2025, berbagai program telah menunjukkan hasil dan mulai dirasakan manfaatnya, terutama dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan,” kata Abdul Mu’ti.
Menurutnya, keberhasilan program pendidikan tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lembaga dalam negeri maupun mitra internasional.
“Atas kerja sama yang telah terbangun, kami menyampaikan terima kasih. Semoga sinergi ini terus diperkuat pada tahun ini dan di masa mendatang,” ujarnya.
Konsolnas 2026 memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya membangun sinergi antarpemangku kepentingan, menjaring isu pendidikan di daerah, merumuskan solusi bersama, berbagi praktik baik, serta memperkuat implementasi kebijakan pendidikan secara terpadu.
Adapun sembilan isu strategis yang menjadi fokus pembahasan meliputi Wajib Belajar 13 Tahun, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, evaluasi TKA, pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik), penguatan pendidikan karakter, tata kelola guru dan tenaga kependidikan, kedaulatan bahasa Indonesia dan revitalisasi bahasa daerah, hingga pembelajaran berbasis koding dan kecerdasan artifisial.
Rangkaian kegiatan mencakup pameran pendidikan, pemaparan kebijakan strategis tingkat nasional, sidang komisi, serta berbagi praktik baik dari berbagai daerah.
Melalui Konsolnas Dikdasmen 2026, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya membangun keselarasan langkah antara pusat dan daerah agar kebijakan pendidikan dapat diimplementasikan secara lebih efektif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar