Bandung (buseronline.com) - Prestasi membanggakan ditorehkan Natanael Wiraatmaja, siswa kelas 3 sekolah dasar asal Kota Bandung yang berhasil meraih juara dunia peringkat dua (Top 2) pada Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat. Tak hanya membawa pulang gelar internasional, Natanael juga mendapat kesempatan istimewa mengunjungi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Natanael menjadi bukti bahwa Indonesia, khususnya Kota Bandung, memiliki talenta muda berkelas dunia di bidang sains.
“Kota Bandung sangat bangga karena menjadi tempat lahir anak luar biasa seperti Natanael. Kita membutuhkan anak-anak yang sejak awal memang bercita-cita menjadi saintis,” ujar Farhan saat menerima Natanael di Pendopo Wali Kota Bandung, Jumat.
Menurut Farhan, dilansir dari laman Jabarprov, prestasi ini juga sejalan dengan arahan Presiden agar Indonesia mempersiapkan generasi ilmuwan sejak dini. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan tumbuh kembang anak agar tidak terbebani ekspektasi berlebihan.
“Tapi saya ingin menekankan, Natanael ini masih prodigi. Biarkan ia tumbuh bahagia, melewati masa remaja dan pendewasaan dengan baik, supaya seluruh potensinya bisa berkembang optimal,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Farhan secara pribadi memberikan hadiah buku sejarah tentang revolusi Indonesia karya sejarawan Belanda. Ia berharap literasi tetap menjadi kebiasaan penting bagi Natanael.
“Semangat belajar jangan pernah berhenti. Salah satu bentuknya adalah membaca. Literasi bisa dari banyak media, termasuk digital. Yang penting anak-anak kita tumbuh dengan ekosistem yang mendukung potensi terbaik mereka,” ujarnya.
Sementara itu, orang tua Natanael, Novita Setiawan, menuturkan minat anaknya terhadap sains sudah terlihat sejak kelas 1 SD. Sejak saat itu, Natanael rutin mengikuti berbagai kompetisi sains, baik tingkat nasional maupun internasional, dengan hasil yang konsisten membanggakan.
“Awalnya ikut lomba dari sekolah, Olimpiade Sains Nasional tingkat anak. Puji Tuhan dapat emas. Dari situ kelihatan memang passion-nya di sains, jadi kami dukung,” ungkap Novita.
Ia menambahkan, proses belajar Natanael dilakukan secara santai tanpa tekanan. Setiap hari, anaknya hanya belajar sekitar 30 menit, bahkan sering melalui bacaan ringan seperti komik sains.
“Latihannya juga tidak lama, sekitar 30 menit sehari. Kadang cuma baca komik sains, tidak selalu belajar berat. Yang penting konsisten dan anaknya tetap bahagia,” jelasnya.
Natanael sendiri mengaku belajar dengan cara sederhana, yakni membaca materi sains dan matematika serta mengerjakan soal latihan. Dari sekitar 40 soal yang dihadapi dalam kompetisi, ia merasa sebagian besar mampu diselesaikan dengan baik.
“Belajarnya simpel aja, sains sama matematika. Yang susah ada, tapi banyak yang bisa,” ujarnya polos.
Ia juga mengaku sangat terkesan saat berkesempatan menyaksikan langsung peluncuran roket dalam kunjungannya ke Amerika Serikat. Pengalaman itu semakin memantapkan cita-citanya untuk menjadi ilmuwan.
“Aku mau jadi scientist,” tuturnya.
Prestasi Natanael diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain di Kota Bandung dan Indonesia untuk terus mengembangkan minat di bidang sains sejak dini. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar