Senin, 06 April 2026

Diplomasi Pendidikan Ditingkatkan, Kemendikdasmen Gandeng UEA dan Kanada

GY Simanjuntak MSi - Senin, 09 Februari 2026 09:12 WIB
Diplomasi Pendidikan Ditingkatkan, Kemendikdasmen Gandeng UEA dan Kanada
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menerima perwakilan McGill University Kanada dan mitra Uni Emirat Arab dalam pertemuan penguatan kemitraan diplomasi pendidikan di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (6/2/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia terus memperkuat diplomasi pendidikan internasional sebagai upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan nasional. Salah satunya dilakukan melalui penguatan kemitraan strategis dengan McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab (UEA), Jumat.

Kolaborasi trilateral ini diarahkan untuk mempercepat penguatan kompetensi pendidik, pemimpin sekolah, serta sistem pendukung pendidikan dasar dan menengah, sehingga layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia.

Penguatan kemitraan tersebut mendapat dukungan hibah transformatif dari UEA melalui Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation kepada McGill University. Hibah ini menjadi fondasi pembentukan UAE–Indonesia Future Leaders Program, sebuah inisiatif yang memobilisasi keahlian lintas disiplin serta dukungan beasiswa dan keilmuan guna mendorong perubahan sosial dan menjawab tantangan masa depan, termasuk di bidang pendidikan guru, kesehatan, teknik, dan keberlanjutan.

Kemitraan UEA–Kanada–Indonesia ini dibangun di atas Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kemendikdasmen dan McGill University yang telah ditandatangani di Jakarta pada 1 Desember 2025. MSP tersebut menjadi kerangka payung kerja sama yang mencakup pengembangan kepemimpinan pendidikan, pendidikan guru dan pengembangan profesional berkelanjutan, penguatan kurikulum dan asesmen, inovasi pembelajaran, riset serta pemantauan dan evaluasi, hingga pertukaran pengetahuan dan pembangunan jejaring global.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah merupakan investasi strategis yang berdampak besar dan berjangka panjang bagi kemajuan pendidikan nasional.

“Penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi yang berdampak besar dan berjangka panjang. Guru dan pemimpin sekolah yang berkualitas merupakan kunci daya ungkit perbaikan pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya.

Dalam implementasi MSP tersebut, Kemendikdasmen dan Universitas Indonesia (UI) ditetapkan sebagai mitra strategis utama. McGill University juga berperan sebagai penghubung terbentuknya jejaring kolaborasi baru antara UI dan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di UEA, seperti United Arab Emirates University, University of Sharjah, Khalifa University, dan Zayed University.

Jejaring ini diharapkan dapat memperkuat koneksi akademik antara komunitas pendidikan Indonesia dan Emirat, sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan, praktik baik, dan inovasi pendidikan lintas negara.

Program kerja sama ini dirancang sebagai inisiatif lima tahun dengan fokus utama pada penguatan pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah. Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) di Faculty of Education McGill University.

Program ini menyasar widyaiswara, guru dalam jabatan, kepala sekolah, serta administrator pendidikan agar memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat di tingkat kelas, sekolah, hingga tata kelola sistem pendidikan.

Selain sektor pendidikan, kemitraan ini juga mendukung peningkatan kapasitas nasional di bidang strategis lain, seperti kesehatan dan keberlanjutan. Bentuk dukungan yang diberikan antara lain fellowship, pendidikan lanjutan bagi guru, hibah riset, inisiatif berbagi pengetahuan, serta program pengembangan kepemimpinan lintas sektor.

McGill University juga membuka peluang bagi mahasiswa pascasarjana Indonesia untuk mengikuti pelatihan riset dan melaksanakan sebagian penelitian tesis di bawah supervisi profesor McGill.

“Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka jalur pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di masa depan,” tegas Menteri Mu’ti.

Kemendikdasmen menegaskan, MSP Kemendikdasmen–McGill berfungsi sebagai naskah payung kerja sama. Implementasi teknis akan dituangkan dalam satu atau beberapa naskah pengaturan lanjutan antara unit-unit yang ditunjuk, yang mengatur tujuan dan keluaran program, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme keuangan dan administratif secara rinci.

Melalui diplomasi pendidikan ini, Kemendikdasmen berharap kerja sama internasional dapat menjadi pengungkit peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan dan berdaya saing global. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar