Senin, 06 April 2026

1.476 Buku Bacaan Disalurkan Kemendikdasmen ke Sekolah Terdampak Banjir di Solok

GY Simanjuntak MSi - Senin, 09 Februari 2026 09:06 WIB
1.476 Buku Bacaan Disalurkan Kemendikdasmen ke Sekolah Terdampak Banjir di Solok
Perwakilan Kemendikdasmen bersama Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat menyerahkan bantuan 1.476 buku bacaan kepada sekolah terdampak banjir di Kabupaten Solok, Rabu (4/2/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Solok (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan sebanyak 1.476 buku bacaan dan bantuan dana pendidikan kepada sejumlah sekolah terdampak banjir di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, sebagai upaya memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan pascabencana.

Bantuan yang disalurkan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat itu diberikan kepada SDN 09 Selayo, SDN 05 Selayo, dan SMPN 1 Kubung, Rabu. Penyaluran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam pemulihan layanan pendidikan bagi peserta didik di wilayah terdampak bencana.

Selain buku bacaan, dilansir dari laman Kemendikdasmen, sekolah juga menerima dana pendidikan untuk mendukung perbaikan sarana pendukung pembelajaran yang rusak akibat banjir.

Kepala SDN 05 Selayo, Erlinawati, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, banyak buku pelajaran dan bacaan siswa yang rusak bahkan hanyut terbawa banjir.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan buku ini. Buku-buku anak kami rusak dan hanyut akibat banjir, sehingga kehadiran buku bacaan ini sangat kami butuhkan untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah,” ujarnya.

Senada, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Nila Kesumawati, menegaskan bahwa buku merupakan kebutuhan utama dalam proses pembelajaran.

“Jika sarana seperti meja dan kursi belum tersedia, anak-anak masih bisa belajar secara sederhana. Namun, tanpa buku, pembelajaran tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat, Rahmat, menjelaskan bahwa bantuan ini tidak hanya bertujuan memulihkan aspek akademik, tetapi juga kondisi psikososial peserta didik yang terdampak bencana.

Menurutnya, buku bacaan dapat menjadi sarana untuk membantu anak-anak kembali merasa aman, nyaman, dan bersemangat mengikuti pembelajaran.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, berharap bantuan tersebut mampu memulihkan motivasi belajar siswa.

“Melalui penyaluran buku bacaan, kami berharap anak-anak kembali termotivasi untuk belajar dan merasakan bahwa negara hadir mendampingi mereka dalam situasi sulit pascabencana,” katanya saat menyerahkan bantuan.

Secara keseluruhan, program pemulihan pendidikan Kemendikdasmen di Sumatra Barat menjangkau 242 sekolah terdampak bencana. Hingga kini, bantuan yang telah disalurkan mencapai 3.756 eksemplar buku bacaan serta voucer pendidikan senilai total Rp340 juta.

Nilai bantuan per sekolah berkisar antara Rp5 juta hingga Rp25 juta, disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami. Penyaluran dilakukan secara bertahap pada 29–31 Januari dan 4 Februari 2026.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa pendekatan literasi dipilih sebagai strategi utama dalam pemulihan pendidikan pascabencana.

“Pada tahap ini, Kemendikdasmen menyalurkan buku bacaan dalam jumlah lebih besar, disertai voucer pendidikan yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk memperbaiki sarana fisik pembelajaran. Kami ingin memastikan pemulihan pendidikan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas membaca dan mendengarkan cerita dapat membantu anak-anak mengurangi tekanan psikologis, menenangkan emosi, serta kembali menjalani rutinitas belajar secara stabil.

“Buku tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga media pendampingan yang menumbuhkan harapan dan imajinasi positif. Anak-anak terdampak banjir memerlukan dukungan agar tetap termotivasi dan merasa aman,” pungkas Hafidz.

Melalui program ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana, sekaligus memastikan setiap anak tetap mendapatkan hak belajar secara layak dan bermutu. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar