Senin, 06 April 2026

Pemerintah dan Industri Bersinergi Cetak Welder Profesional Indonesia Berkelanjutan

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 07 Februari 2026 09:12 WIB
Pemerintah dan Industri Bersinergi Cetak Welder Profesional Indonesia Berkelanjutan
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Yaya Sutarya bersama jajaran manajemen PT Industri Kapal Indonesia (IKI) dan para murid magang Inlastek Welding Institute berfoto bersama usai serah terima program magang Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) di Mak
Makassar (buseronline.com) - Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan industri dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak tenaga kerja terampil dan profesional di bidang pengelasan (welder). Sinergi tersebut diwujudkan melalui program magang Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) Kemendikdasmen yang menggandeng PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar.

Hal itu disampaikan Direktur Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yaya Sutarya, saat memberikan motivasi kepada 18 murid magang Inlastek Welding Institute yang akan menjalani praktik kerja industri di PT IKI, Senin.

Menurut Yaya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, keberhasilan program magang bertumpu pada tiga pilar fundamental, yakni kualitas pelatihan, kolaborasi, dan kedisiplinan peserta.

“Pertama, kualitas pelatihan yang terstandar dan bersertifikat internasional. Kedua, kolaborasi erat antara lembaga pelatihan, industri, dan pemerintah yang saling menguatkan. Ketiga, disiplin diri murid magang. Tanpa ketiga elemen ini berjalan harmonis, program PKK Kemendikdasmen hanya akan menjadi slogan kosong,” tegas Yaya dalam acara serah terima murid magang yang turut dihadiri Kepala Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, dan TIK (BPPMPV KPTK), Lismanto.

Ia menambahkan, program PKK yang menyasar anak tidak sekolah (ATS) usia 17–25 tahun merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan keterampilan yang bermutu dan merata. Kemendikdasmen, kata dia, mengapresiasi PT IKI yang membuka ruang industri sebagai ekosistem pembelajaran nyata bagi para peserta.

“Selamat menjalani magang. Raihlah kesuksesan kalian di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Umum PT IKI, Suhan Ikhsan, menegaskan kesiapan pihak industri dalam membina kompetensi peserta magang. Ia menyebut kebutuhan tenaga pengelasan di industri galangan kapal saat ini sangat tinggi.

“Saat ini, industri galangan kapal di Indonesia sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten utamanya di bidang pengelasan. Selama magang, jalani instruksi dengan baik dan patuhi peraturan keselamatan kerja. Dengan begitu kalian akan menjadi welder profesional,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Inlastek Welding Institute, Bramono Pandupradityo, menjelaskan para peserta telah menjalani pelatihan intensif selama sekitar 350 jam pelajaran melalui program PKK Platinum 2025, sejak Oktober hingga Desember tahun lalu.

Menurutnya, lembaga pelatihan yang berbasis di Surakarta tersebut menerapkan seleksi ketat bagi calon peserta. Seluruh murid telah dibekali kompetensi teknis pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) 6G yang sesuai standar kebutuhan industri.

“Murid akan menjalani magang selama enam bulan, mulai 2 Februari hingga akhir Juni 2026. Selama program, mereka difasilitasi tempat tinggal sementara oleh PT IKI serta mendapatkan insentif sekitar Rp2,5 juta per bulan,” jelas Bramono.

Salah satu peserta magang, Ahmad Hidayat, alumni SMK Negeri 1 Lembah Melintang, Sumatra Barat, mengaku optimistis program tersebut dapat meningkatkan keterampilan sekaligus taraf hidupnya.

“Saya menekuni pengelasan sejak SMK. Semoga lewat program magang ini saya bisa memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Terima kasih kepada Kemendikdasmen atas kesempatan berharga ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Krisna Sulistyo, alumni SMK Kristen 2 Surakarta, yang berharap pengalaman industri dapat memperkuat kompetensinya di dunia kerja.

Melalui sinergi pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia industri, program magang PKK diharapkan mampu mencetak welder profesional yang siap bersaing sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor galangan kapal nasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar