Senin, 06 April 2026

268 Guru PAI di Bangka Ikuti Sosialisasi Bahaya Radikalisasi Digital dari Densus 88 Polri

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 07 Februari 2026 09:00 WIB
268 Guru PAI di Bangka Ikuti Sosialisasi Bahaya Radikalisasi Digital dari Densus 88 Polri
Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama jajaran Densus 88 AT Polri dan instansi terkait berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi bahaya radikalisasi digital di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (4/2/

Sungailiat (buseronline.com) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan melalui bimbingan teknis bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) guna meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisasi digital pada anak. Kegiatan ini diikuti 268 guru dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA se-Kabupaten Bangka.


Sosialisasi bertema “Radikalisasi Digital pada Anak: Ancaman Tersembunyi di Media Sosial dan Peran Guru dalam Pencegahannya” tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre Sungailiat, Rabu.


Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Densus 88 AT Polri dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Bangka, serta Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Centre.


Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Ketua Yayasan Bahrul Ulum Sungailiat Drs H Syaiful Zohri, Kepala Kantor Kemenag Bangka Syarifudin SAg MPdI, Kepala Dindikpora Bangka Boy Yandra SKM MPH, serta jajaran teknis dari Kemenag dan Dinas Pendidikan.


Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan Kepala Kemenag Kabupaten Bangka. Paparan utama disampaikan Kasatgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, AKBP Maslikan SSos MSi.


Dalam materinya, dilansir dari laman Humas Polri,  Maslikan menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme berbasis Kekerasan (IRET) serta dampaknya terhadap perkembangan anak dan remaja. Ia menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan potensi ancaman.


“Anak-anak perlu dibatasi dan didampingi dalam penggunaan gawai. Tanpa pengawasan, ruang digital dapat menjadi pintu masuk ideologi ekstrem dan konten kekerasan,” tegasnya.


Ia juga memaparkan proses radikalisasi yang kerap terjadi melalui media sosial, forum daring, hingga permainan (game online), yang menyasar remaja dalam fase pencarian jati diri. Dalam sejumlah kasus, kelompok ekstrem bahkan mulai merekrut perempuan dan anak sebagai pelaku.


Menurutnya, peran guru sangat strategis dalam mendeteksi gejala awal paparan paham radikal di lingkungan sekolah. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan perilaku, sikap intoleran, perundungan (bullying), serta konsumsi konten ekstrem di media digital.


Selain ideologi keagamaan menyimpang, Maslikan menyebut ancaman juga datang dari paham ekstrem global seperti White Supremacy dan Neo-Nazi. Berdasarkan pemetaan nasional, tercatat sekitar 110 anak di 23 provinsi telah teridentifikasi terpapar paham radikal, menunjukkan adanya pergeseran pola rekrutmen yang semakin masif di ruang digital.


“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Sekolah, guru, orang tua, dan aparat harus bersinergi agar anak-anak tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta juga diajak memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan pencegahan dengan mengikuti akun @Babelprevention, yang menyediakan informasi, deteksi dini, serta kanal pelaporan konten berpotensi ekstremisme.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu menjadi garda terdepan dalam membentengi pelajar dari paparan radikalisme digital sekaligus menanamkan nilai toleransi, kebangsaan, dan cinta tanah air di lingkungan sekolah. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar