Senin, 06 April 2026

Pemkot Bandung Gelar Pelatihan Barista untuk Tingkatkan Skill dan Kurangi Pengangguran

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 06 Februari 2026 09:06 WIB
Pemkot Bandung Gelar Pelatihan Barista untuk Tingkatkan Skill dan Kurangi Pengangguran
Peserta mengikuti pelatihan barista dasar yang digelar Pemerintah Kota Bandung melalui Disnaker dengan pendampingan instruktur LPK Berkat Abadi Mandiri (BAM) di Kota Bandung, Rabu (4/2/2026). (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Menjamurnya coffee shop di Kota Bandung membuka peluang kerja baru di industri kopi. Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar pelatihan barista dasar bagi warga sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor kuliner.

Program pelatihan yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung ini menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Berkat Abadi Mandiri (BAM). Peserta dibekali pengetahuan teori hingga praktik agar memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

Pimpinan LPK BAM, Wawan Sukarnawan, menjelaskan materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mulai dari sejarah kopi dunia hingga teknik penyajian minuman kopi secara profesional.

“Peserta belajar perjalanan kopi dari Ethiopia sampai masuk ke Indonesia, proses pasca panen, pengolahan green bean, sampai tahapan roasting,” kata Wawan di sela pelatihan, Rabu.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi sensory atau coffee cupping untuk mengenali karakter rasa kopi. Menurut Wawan, dilansir dari laman Jabarprov, kemampuan tersebut penting agar barista mampu memahami kualitas dan cita rasa kopi secara mendalam.

Tak hanya teori, pelatihan juga menitikberatkan praktik langsung, seperti teknik manual brew, penggunaan mesin espresso, hingga meracik berbagai resep minuman berbasis kopi.

“Setiap angkatan diikuti 20 peserta. Fasilitas, peralatan, serta instruktur kami siapkan dengan tenaga pengajar bersertifikasi BNSP level 3,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini bertujuan membekali warga dengan keterampilan siap pakai sehingga dapat terserap di industri kopi maupun membuka usaha mandiri di sektor UMKM.

“Program ini diharapkan membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif dan mandiri,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Fio Qalby, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena melihat industri kopi memiliki prospek yang besar, terutama di kalangan anak muda.

Menurutnya, budaya ngopi yang kuat di kalangan generasi muda membuka banyak peluang kerja baru.

“Di balik kebiasaan ngopi, ternyata kopi itu kompleks. Kami belajar sejarah kopi, proses pengolahan dari buah kopi sampai siap diseduh,” kata Fio.

Ia mengaku pengalaman praktik coffee cupping menjadi momen paling berkesan karena membantunya memahami bahwa rasa kopi tidak hanya pahit, tetapi juga bisa manis, asam, hingga fruity.

Dengan bekal keterampilan tersebut, Fio berharap dapat bekerja sebagai barista, bahkan merintis usaha coffee shop sendiri di masa depan.

Pemkot Bandung pun diharapkan terus memperluas program pelatihan serupa agar semakin banyak warga memiliki kompetensi kerja dan peluang usaha, seiring berkembangnya industri kopi di Kota Kembang. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar