Senin, 06 April 2026

Revitalisasi 28 SMA se-Provinsi DI Yogyakarta Diresmikan Wamen Atip

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 05 Februari 2026 11:00 WIB
Revitalisasi 28 SMA se-Provinsi DI Yogyakarta Diresmikan Wamen Atip
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat memberikan sambutan saat meresmikan hasil revitalisasi 28 satuan pendidikan SMA se-Provinsi DI Yogyakarta di SMA Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Yogyakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan hasil revitalisasi 28 satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah rampung 100 persen.


Program ini menjadi bagian dari prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan merata.


Peresmian digelar di SMA Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Sabtu, sekaligus menandai selesainya pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di wilayah DIY.


Dalam sambutannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wamen Atip menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar perbaikan bangunan fisik, melainkan upaya menyeluruh untuk menghidupkan kembali ekosistem pembelajaran di sekolah.


“Program revitalisasi ini, kenapa namanya revitalisasi, bukan hanya kita membangun sarana fisiknya, akan tetapi pelaksanaan pembelajarannya harus betul-betul meningkat. Sekolah itu harus benar-benar hidup kembali,” ujarnya.


Menurutnya, sarana dan prasarana yang layak akan menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi peserta didik. Ia juga menyoroti penerapan skema swakelola dalam pelaksanaan proyek, yang dinilai lebih efisien serta menumbuhkan rasa memiliki dari pihak sekolah.


“Dengan swakelola, sekolah lebih bertanggung jawab terhadap kualitas pembangunan sesuai kebutuhan mereka sendiri,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, menyampaikan sebanyak 28 SMA menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp19,97 M. Seluruh pekerjaan telah diselesaikan tepat waktu, baik secara fisik maupun administrasi.


“Revitalisasi di Yogyakarta dapat diselesaikan 100 persen sesuai jadwal. Mudah-mudahan dengan sarana dan prasarana yang memadai ini, mutu pendidikan di Yogyakarta semakin meningkat,” ujarnya.


Sebagai tuan rumah peresmian, Kepala SMA Ali Maksum Krapyak, Khoirul Fuad, mengatakan sekolahnya memperoleh bantuan pembangunan empat ruang kelas baru lengkap dengan perabot dengan total anggaran Rp1.356.834.000. Penambahan fasilitas tersebut dinilai sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar.


“Anak-anak yang sebelumnya belajar di ruang terbuka kini bisa belajar di ruang yang lebih layak. Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan kondusif,” katanya.


Hal senada disampaikan guru SMA Ali Maksum Krapyak, Ika Setiawati. Ia menyebut revitalisasi memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam pembelajaran.


“Kami berterima kasih atas program ini. Dengan tambahan ruang kelas, siswa bisa belajar lebih fokus dan tenang,” ujarnya.


Manfaat serupa dirasakan sekolah lain. Kepala SMA Negeri 5 Yogyakarta, Siti Hajarwati, menyebut kondisi kelas kini lebih terang, aman, dan nyaman. Guru SMA Muhammadiyah Boarding School Sleman, Roig, menambahkan bantuan pembangunan laboratorium fisika, kimia, serta ruang bimbingan konseling membuat praktik sains lebih optimal.


“Dengan laboratorium baru, pembelajaran sains jauh lebih maksimal,” ungkapnya.


Kepala SMA Stella Duce Bambanglipuro, Bantul, Thomas, juga mengapresiasi skema swakelola karena dinilai membantu efisiensi anggaran sekaligus memastikan kualitas pembangunan. Ia mengungkapkan sebelumnya kondisi laboratorium sekolahnya rusak berat dan berisiko bagi keselamatan siswa.


“Sekarang gedungnya sudah kokoh, bersih, aman, dan nyaman sehingga sangat mendukung kegiatan belajar,” katanya.


Dampak revitalisasi turut dirasakan para siswa. Nufaisah, siswi kelas XI IPS 2 SMA Ali Maksum Krapyak, mengaku suasana belajar kini lebih kondusif.


“Sebelumnya kelas terasa padat dan kurang nyaman. Sekarang lebih luas dan tenang, jadi lebih fokus belajar,” ujarnya.


Sementara itu, Gathan Asnanto, siswa kelas XI IPA 1, menambahkan ruang kelas yang lebih rapi dan terang membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.


“Belajar sekarang terasa lebih nyaman dan membuat kami lebih semangat,” katanya.


Melalui program revitalisasi ini, Kemendikdasmen berharap sekolah-sekolah di DIY mampu meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mendukung target pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar