Cianjur (buseronline.com) - Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Cianjur kini memiliki ruang praktik berstandar industri melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Pembaruan sarana dan prasarana tersebut membuat proses pembelajaran tak lagi sebatas teori, melainkan lebih aplikatif dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Salah satu sekolah yang merasakan langsung dampak program tersebut adalah SMK Kesehatan Cianjur, yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat gempa bumi pada 2022. Kini, sekolah itu bangkit dengan fasilitas baru yang mendukung pembelajaran vokasi secara optimal.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pendidikan bermutu harus dapat diakses semua kalangan dan didukung fasilitas yang memadai. Menurutnya, revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga penguatan sistem pembelajaran dan ekosistem pendidikan.
“Membangun gedung tidak sekadar membangun fisiknya, tapi membangun peradaban dengan gedung yang berkualitas,” ujar Abdul Mu’ti saat meresmikan hasil revitalisasi di SMK Kesehatan Cianjur, Sabtu.
Ia menegaskan pemerintah terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak.
“Kami berusaha dengan sumber daya dan dana yang kami miliki memajukan sekolah-sekolah di tanah air. Dengan fasilitas yang semakin baik, pembelajaran tentu semakin baik sehingga mutunya juga akan semakin meningkat,” tambahnya.
Kepala SMK Kesehatan Cianjur, Fajar Ferdiana, menjelaskan sebelum revitalisasi sejumlah ruang kelas, ruang praktik, dan fasilitas penunjang mengalami kerusakan parah sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan maksimal.
Melalui bantuan revitalisasi tahun 2025 senilai Rp2,3 M, sekolah kini memiliki ruang kelas yang direhabilitasi, ruang praktik siswa (RPS) Farmasi Klinis dan Komunitas yang baru, toilet yang memadai, serta ruang ibadah yang representatif.
Menurut Fajar, fasilitas baru membuat pembelajaran lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan.
“Kami berkomitmen memanfaatkan dan merawat sarana prasarana ini untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan. Ini bukan hanya membangun fisik saja, tetapi juga membangun peradaban melalui pendidikan yang bermutu di sekolah,” ujarnya.
Program serupa juga dirasakan SMK Negeri 1 Cidaun. Kepala SMKN 1 Cidaun Muhamad Alwi menyebut sebelum revitalisasi kondisi sekolah kurang layak, dengan atap bocor dan plafon runtuh.
Setelah menerima bantuan Rp4,1 M, sekolah merehabilitasi 14 ruang kelas, membangun ruang praktik siswa (RPS) Nautika Kapal Penangkapan Ikan, serta memperbaiki toilet, UKS, dan ruang bimbingan konseling.
Ruang praktik baru dirancang sesuai standar industri sehingga siswa dapat berlatih membaca peta pelayaran, mendesain alat tangkap, hingga menyusun perencanaan pelayaran.
“Ruangan baru ini sudah kami diskusikan dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan adanya bantuan ini, jurusan semakin relevan dengan kebutuhan yang diharapkan untuk mendorong kompetensi anak diterima di dunia kerja,” jelasnya.
Sementara itu, siswa kelas XII Konsentrasi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas SMK Kesehatan Cianjur, Sela Pratiwi, mengaku ruang praktik baru memberikan pengalaman belajar yang menyerupai kondisi kerja nyata, mulai dari alur pelayanan klinik hingga apotek.
“Ruangan ini membantu kami saat praktik dan persiapan ujian Lembaga Sertifikasi Kompetensi. Ini juga mempersiapkan kami untuk karier atau melanjutkan kuliah di bidang kesehatan,” ungkapnya.
Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kemendikdasmen menargetkan SMK menjadi pusat pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Dengan dukungan fasilitas praktik yang memadai serta kolaborasi erat dengan dunia usaha, lulusan SMK diharapkan lebih kompeten, siap kerja, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar