Senin, 06 April 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi Kampus dan Industri

GY Simanjuntak MSi - Senin, 02 Februari 2026 11:00 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kemdiktisaintek Perkuat Sinergi Kampus dan Industri
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyampaikan paparan dalam Seminar Nasional Alumni ITB Angkatan 1980 bertajuk “Strategi Teknologi, Industri, dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (31/1/2026). (Dok/Diktisainte

Bandung (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menekankan pentingnya kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan industri dalam memperkuat industrialisasi berbasis sains dan teknologi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen.


Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto saat menghadiri Seminar Nasional Alumni ITB80 bertajuk “Strategi Teknologi, Industri, dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu.


Dalam paparannya, dilansir dari laman Diktisaintek, Brian menyoroti tantangan deindustrialisasi yang masih dihadapi Indonesia. Ia menyebut kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional terus menurun sehingga berdampak pada produktivitas dan daya saing.


Padahal, kata dia, Indonesia memiliki peluang besar melalui bonus demografi dan kekayaan sumber daya alam. Namun, nilai tambah ekonomi hanya dapat dimaksimalkan melalui penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan alumni.


“Jika Indonesia ingin menjadi negara maju dan keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap), maka kita harus membangun industri yang maju dan berbasis sains serta teknologi. Tanpa itu, pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan tidak akan tercapai,” ujar Brian.


Ia menambahkan, perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi dan penghasil teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan sektor industri sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing nasional.


Senada dengan itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengatakan seminar nasional tersebut menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.


Menurutnya, transformasi menuju negara maju mensyaratkan penguatan sumber daya manusia dan teknologi, bukan lagi semata mengandalkan eksploitasi sumber daya alam.


“Untuk menjadi negara maju dan keluar dari kategori negara berpenghasilan menengah, kunci utama Indonesia bukan lagi pada eksploitasi sumber daya alam semata, melainkan pada kekuatan sumber daya manusia dan teknologi. Karena itu, kolaborasi menjadi hal yang mutlak agar gagasan dapat diwujudkan menjadi kerja sama dan implementasi nyata,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni ITB Angkatan 1980, Catur Iriyanto, menyebut kegiatan tersebut sebagai ruang dialog strategis untuk merespons tantangan pembangunan nasional di tengah dinamika global dan percepatan transformasi teknologi.


Ia berharap seminar dapat menghasilkan strategi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui penguatan peran teknologi, industri, dan SDM, sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata alumni dalam menjembatani gagasan strategis dengan implementasi kebijakan.


“Seminar ini merupakan langkah awal ikhtiar berkelanjutan Alumni ITB80 untuk memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran, pengalaman, dan jejaring yang kami miliki demi mendorong Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” kata Catur.


Diskusi dalam seminar terbagi dalam sejumlah sesi utama, mulai dari fondasi makroekonomi nasional, reformasi struktural dan sektor riil, strategi industrialisasi, penguatan pendidikan dan talenta nasional, transisi energi menuju Net Zero Emission 2060, modernisasi UMKM dan pertanian, hingga peran teknologi digital dan kecerdasan artifisial sebagai pengungkit produktivitas.


Sebagai luaran utama, forum ini akan merumuskan rekomendasi strategis dan kebijakan yang dapat dieksekusi dalam bentuk dokumen White Paper Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas inovasi.


Menutup kegiatan, Brian berharap alumni perguruan tinggi, termasuk Alumni ITB Angkatan 1980, terus menjadi pilar penting dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional melalui inisiatif konkret yang berdampak luas. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru