Selasa, 07 April 2026

Dorong Transformasi Ekonomi Digital, Kemdiktisaintek Optimalkan Peran Perguruan Tinggi

Senin, 02 Februari 2026 09:12 WIB
Dorong Transformasi Ekonomi Digital, Kemdiktisaintek Optimalkan Peran Perguruan Tinggi
Mendiktisaintek Brian Yuliarto bersama pimpinan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai Peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (30/1/2025). (Dok/Diktisaintek)
Bandung (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekonomi digital melalui peluncuran Program Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z (Gen Z).

Program yang merupakan inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini digelar di Aula Timur Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempersiapkan talenta muda yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja, sekaligus menjadikan kampus sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi.

Dilansir dari laman Diktisaintek, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan pembangunan ekonomi nasional ke depan harus ditopang kebangkitan industri-industri baru yang memiliki fondasi sains dan teknologi kuat.

Menurutnya, penguatan ekosistem inovasi diperlukan untuk menjawab tantangan deindustrialisasi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Indonesia perlu mendorong lahirnya industri-industri baru yang berbasis sains dan teknologi yang kuat. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi kunci untuk membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Brian.

Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak riset dan inovasi. Karena itu, Kemdiktisaintek terus memperkuat pendanaan riset serta mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh industri dan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyebut ekonomi digital dan gig economy telah membawa perubahan mendasar dalam pola kerja masyarakat. Perguruan tinggi, kata dia, harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

“Ekonomi digital dan gig economy bukan sekadar fenomena baru, tetapi pergeseran cara kerja. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, melainkan ekosistem inovasi yang mencetak talenta, melahirkan riset, serta menghasilkan solusi teknologi dan model bisnis baru yang berdampak bagi masyarakat dan industri,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menilai pengembangan gig economy menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya di sektor industri kreatif.

“Gig economy merupakan engine of growth industri kreatif di Jawa Barat. Dengan dukungan riset, pelatihan, dan pendampingan yang tepat, sektor ini diharapkan mampu menjawab tantangan pengangguran dan kemiskinan serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda,” katanya.

Melalui peluncuran program ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai pilar utama pembangunan nasional, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kompetitif dan siap menghadapi dinamika ekonomi digital. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru