Bandung (buseronline.com) - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Provinsi Jawa Barat resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rabu.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat riset dan inovasi daerah sekaligus mengawal transformasi BP2D menuju Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan Jawa Barat berbasis bukti (evidence-based policy), dengan memastikan hasil riset akademik tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata bagi masyarakat, industri, dan pemerintah daerah.
Kerja sama BP2D Jawa Barat dan UNPAD mencakup empat pilar utama, yakni pendidikan dan pelatihan, penelitian bersama, pengembangan dan pemanfaatan hasil riset, serta publikasi dan diseminasi ilmiah. Keempat pilar ini dirancang untuk memperkuat ekosistem riset daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dilansir dari laman Humas BP2D Jabar, Kepala BP2D Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa transformasi BP2D menjadi BRIDA menuntut perubahan peran yang lebih strategis. BP2D tidak lagi hanya sebagai pelaksana riset, tetapi juga sebagai orkestrator dan pusat penghubung riset dan inovasi daerah.
“Transformasi menjadi BRIDA menuntut kami menjadi hub riset yang kuat. Kami ingin memanfaatkan potensi besar perguruan tinggi, seperti UNPAD, untuk menjawab tantangan riil pembangunan di Jawa Barat secara lebih terukur dan berdampak,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak Universitas Padjadjaran menyatakan komitmen penuh dalam mendukung agenda tersebut melalui pergeseran paradigma riset. UNPAD menekankan bahwa riset ke depan tidak hanya berorientasi pada luaran publikasi, tetapi juga riset berbasis penugasan yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Dengan dukungan 19 fakultas dan lebih dari 200 produk inovasi yang telah dihasilkan, UNPAD siap berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis riset, mulai dari policy brief hingga pengembangan purwarupa teknologi tepat guna.
Dalam periode kerja sama ini, sejumlah agenda strategis akan diimplementasikan. Salah satunya adalah pengembangan Jabar Research Hub pada tahun 2026 sebagai platform konsolidasi hasil riset dan inovasi daerah yang terintegrasi.
Di sektor ketahanan pangan, kolaborasi difokuskan pada eksplorasi tanaman lokal khas Sunda, konservasi sumber daya genetik, serta pengembangan varietas benih padi unggul yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Pada bidang pelayanan kesehatan, kerja sama diarahkan pada analisis kualitas layanan (service quality) dan pengembangan sistem kesehatan akademik. Hal ini termasuk kajian pemanfaatan pinjaman luar negeri untuk penguatan rumah sakit tipe A dan B di Jawa Barat.
Sementara itu, pada sektor tata kelola pemerintahan, BP2D dan UNPAD akan melakukan kajian terkait efisiensi birokrasi, khususnya strategi alokasi anggaran belanja pegawai serta perumusan struktur perangkat daerah yang ideal dan efektif.
Hilirisasi inovasi juga menjadi perhatian utama. Pada tahun 2026, direncanakan penyelenggaraan Innovation and Business Summit yang bertujuan mempertemukan para inovator dengan investor dan pelaku industri, guna mempercepat komersialisasi hasil riset.
PKS ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen formal, melainkan benar-benar diimplementasikan secara konkret. Melalui kolaborasi publikasi internasional serta peningkatan kapasitas metodologi penelitian bagi aparatur daerah, kedua belah pihak optimistis kualitas perencanaan dan pembangunan di Jawa Barat akan meningkat secara signifikan.
Sebagai tindak lanjut, BP2D Jawa Barat dan UNPAD akan melaksanakan serangkaian pertemuan teknis (serial meeting) antara person in charge (PIC) yang telah ditunjuk, guna memastikan seluruh poin kerja sama berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar