Sragen (buseronline.com) - Senyum bahagia terpancar dari wajah 133 wisudawan dan wisudawati lanjut usia (lansia) yang mengikuti Wisuda Sekolah Lansia Angkatan III Kabupaten Sragen.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKB PPPA) Kabupaten Sragen di Pendopo Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa.
Wisuda ini menjadi momen istimewa karena dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Hery Wiyanto, bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan dukungan pemerintah terhadap program pemberdayaan lansia di daerah.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Hery Wiyanto, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen dalam mengembangkan program Sekolah Lansia.
Ia menilai Sragen sebagai salah satu daerah progresif di Jawa Tengah yang secara konsisten melaksanakan pendidikan bagi lansia, bahkan menjadi daerah awal yang menggelar wisuda lansia pada tahun 2026.
“Sekolah Lansia bukan hanya tempat belajar, tetapi menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat hidup, memperkuat silaturahmi, dan membuktikan bahwa belajar tidak mengenal batas usia. Lansia bukan berarti berhenti, justru dapat menjadi sumber inspirasi bagi keluarga dan generasi muda,” ungkap Hery Wiyanto.
Sementara itu, dilansir dari laman Jatengprov, Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengaku bangga terhadap para wisudawan dan wisudawati lansia yang telah menunjukkan semangat belajar luar biasa di usia lanjut. Menurutnya, keberhasilan para peserta menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkembang dan berdaya.
“Wisuda ini membanggakan kita semua. Lansia Sragen membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berdaya. Ilmu yang diperoleh merupakan ilmu terapan yang dapat langsung dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, kebahagiaan, serta kebermanfaatan di lingkungan sekitar,” ujar Sigit.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sragen akan terus mendukung dan mengembangkan program Sekolah Lansia sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan struktur penduduk, khususnya meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia.
“Agar tidak menjadi beban bagi generasi muda, lansia harus sehat, bahagia, dan tetap produktif sesuai dengan kemampuannya. Sekolah Lansia merupakan salah satu ikhtiar nyata untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.
Ketua Penyelenggara kegiatan, Eko Windu Nugroho, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan upaya strategis dalam pemberdayaan lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Program ini dirancang sebagai pembelajaran berkelanjutan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan lansia.
“Berdasarkan data BPS Kabupaten Sragen tahun 2024, penduduk usia 60 tahun ke atas mencapai sekitar 16,66 persen dari total penduduk. Sekolah Lansia hadir sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual,” jelas Eko.
Ia menambahkan, prosesi wisuda tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan, melainkan bentuk apresiasi atas komitmen para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran, sekaligus penguatan peran lansia di tengah keluarga dan masyarakat.
Melalui program Sekolah Lansia, Pemerintah Kabupaten Sragen berharap para lansia dapat menjalani masa tua yang sehat, bahagia, dan bermakna, serta tetap berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar