Bogor (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Inggris Raya melalui pertemuan bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan kolaborasi pendidikan tinggi dengan sejumlah universitas ternama di Inggris, sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul dan daya saing global.
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan Presiden secara langsung mengumpulkan para menteri terkait untuk mengevaluasi sekaligus menindaklanjuti kerja sama strategis di sektor pendidikan.
“Hari ini Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor. Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya,” ujar Teddy dalam keterangannya kepada media.
Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengenai progres penguatan pendidikan tinggi nasional, khususnya pada bidang kesehatan dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) melalui kolaborasi internasional.
Menurut Teddy, inisiatif Presiden untuk membangun sedikitnya 10 kampus baru di bidang kesehatan dan STEM bersama mitra universitas Inggris mendapat respons positif.
“Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, peningkatan mutu riset, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga pengajar, sehingga Indonesia memiliki SDM yang lebih siap menghadapi tantangan global berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Teddy menambahkan, pertemuan di Hambalang mencerminkan pendekatan langsung dan visioner Presiden Prabowo dalam memastikan setiap kerja sama internasional memberikan manfaat konkret bagi pembangunan nasional.
“Presiden ingin setiap kerja sama benar-benar berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kemandirian bangsa,” katanya.
Melalui penguatan kolaborasi pendidikan global tersebut, pemerintah optimistis Indonesia dapat mempercepat transformasi sektor pendidikan tinggi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang. (DKI1)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar