Pidie Jaya (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan keberlanjutan layanan pendidikan pascabencana banjir di Aceh, termasuk untuk jenjang pendidikan anak usia dini. Salah satu satuan pendidikan yang terdampak, PAUD Permata Pidie Jaya, tetap melaksanakan pembelajaran meski menghadapi keterbatasan sarana.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen), Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa keselamatan dan keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas pemerintah pascabencana.
“Dalam masa pemulihan, keselamatan dan keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas. Anak-anak tidak boleh kehilangan hak belajarnya hanya karena bencana. Karena itu, kami memperkuat dukungan pembelajaran darurat sekaligus mempercepat langkah rehabilitasi,” ujar Gogot.
Sebagai bentuk dukungan, dilansir dari laman Kemendikdasmen, PAUD Permata Pidie Jaya menerima Alat Permainan Edukatif (APE) yang digunakan sebagai sarana belajar aktif bagi anak-anak. Kepala Sekolah, Fitriani, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, bantuan APE berupa mainan edukatif sudah kami terima dan langsung kami gunakan dalam kegiatan belajar anak-anak,” kata Fitriani.
Meski beberapa fasilitas sekolah mengalami kerusakan ringan akibat banjir, proses pembelajaran telah dimulai kembali sejak 5 Januari 2026. Pihak sekolah menyesuaikan kegiatan belajar agar tetap aman dan nyaman bagi anak-anak. Saat ini, dari tiga ruang belajar, satu digunakan untuk kegiatan belajar, sementara dua lainnya berfungsi sebagai tempat pengungsian warga terdampak banjir.
PAUD Permata Pidie Jaya saat ini melayani 20 peserta didik, didukung oleh 3 guru dan 1 tenaga kependidikan, yang aktif memastikan anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan meskipun kondisi sekolah belum sepenuhnya normal. Sekolah masih membutuhkan dukungan tambahan, termasuk buku paket dan perlengkapan pembelajaran lainnya.
Terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Kemendikdasmen membagi linimasa menjadi tiga tahap: tanggap darurat sampai 8 Januari 2026, transisi darurat ke pemulihan Januari–Juni 2026, dan pemulihan penuh Juli 2026–Desember 2027. Hingga kini, kementerian telah menyalurkan 27 ribu paket school kit, 168 tenda pembelajaran darurat, 147 Ruang Kelas Darurat (RKD), 1.339 dana operasional pendidikan darurat, serta tunjangan guru, dukungan psikososial, dan 147.670 buku.
Selain itu, diterbitkan Surat Edaran Mendikdasmen beserta petunjuk teknis untuk satuan pendidikan terdampak, sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran pascabencana di semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.
Untuk percepatan rehabilitasi, pada 15 Januari 2026, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bagi satuan pendidikan di Aceh, mencakup sekolah rusak sedang, pengadaan mebelair, serta pembangunan area bermain dan APE luar untuk PAUD. Nilai bantuan PKS untuk PAUD senilai Rp3,2 M, SD Rp23 M, SMP Rp22 M, dan SMA Rp5 M, dengan total Rp54 M.
“Dukungan ini diharapkan mempercepat pemulihan pendidikan pascabencana, agar anak-anak dapat kembali belajar dengan nyaman dan aman,” ujar Fitriani.
PAUD Permata Pidie Jaya menjadi contoh nyata bagaimana bantuan pemerintah dan peralatan edukatif dapat memastikan anak-anak tidak kehilangan hak belajar, meskipun menghadapi tantangan pascabencana alam. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar