Salatiga (buseronline.com) - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, membangun keakraban dengan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Senin.
Kunjungan ke kampus ini menghadirkan diskusi serius mengenai masa depan bangsa, sekaligus momen santai untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa, termasuk saat makan siang bersama di kantin kampus.
Acara diawali di Balairung UKSW, di mana Wapres Gibran menjadi narasumber utama dalam talk show bertema “Arah Baru Pembangunan Nasional”.
Dalam kesempatan itu, dilansir dari laman Humas Jateng, Gibran mengupas isu-isu strategis terkait pembangunan nasional, termasuk proyeksi Ibu Kota Nusantara (IKN) dan strategi penguatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.
Dibeberkan, pelatihan AI oleh Microsoft telah menyasar 15.000 peserta di 1.300 madrasah dan pesantren, dengan target mencapai 50.000 peserta. “Targetnya 50.000 peserta. Jadi ini kita genjot terus,” kata Gibran.
Selain teknologi, Gibran menegaskan komitmen pemerintah terhadap pemerataan pembangunan di Indonesia Timur, khususnya Papua, di mana hampir 1.000 mahasiswa UKSW berasal dari wilayah tersebut.
“Pembangunan di Papua ini terus kita kejar di tahun 2026, dan seterusnya,” ujarnya.
Gibran juga menyebut target pembangunan minimal 20 rumah sakit di Papua hingga 2029 untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Peningkatan fasilitas olahraga juga menjadi perhatian, mengingat besarnya potensi generasi muda di bidang olahraga.
Wapres menegaskan bahwa berbagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto tetap berjalan konsisten di seluruh Indonesia. Program-program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat, hingga Kampung Nelayan.
“Dengan program-program ini, kami optimistis persoalan inflasi, gini rasio, dan ketimpangan bisa ditekan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menekankan pentingnya kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan.
Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu untuk memperluas jangkauan edukasi dan literasi bagi generasi muda, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih adaptif dan modern.
Usai kegiatan di Balairung, suasana cair ketika Gibran dan Taj Yasin berjalan kaki menyusuri area kampus. Mereka meninjau pameran edukasi di selasar belakang dan melakukan aksi simbolis penanaman pohon di lapangan basket.
Puncak keakraban terjadi saat makan siang. Tanpa sekat, Wapres dan Wagub duduk satu meja di Cafetaria UKSW, berinteraksi langsung dengan mahasiswa maupun pedagang. Momen ini dianggap langka karena memperlihatkan kedekatan pimpinan negara dengan sivitas akademika.
Kunjungan Wapres Gibran dan Wagub Taj Yasin ke UKSW menunjukkan perpaduan antara kepemimpinan visioner, perhatian terhadap pendidikan, dan kemampuan membangun kedekatan dengan generasi muda. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar