Senin, 06 April 2026

Apresiasi Pemda hingga Kepsek Tersenyum, Revitalisasi Satuan Pendidikan Tunjukkan Dampak Nyata

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 27 Januari 2026 09:20 WIB
Apresiasi Pemda hingga Kepsek Tersenyum, Revitalisasi Satuan Pendidikan Tunjukkan Dampak Nyata
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran pemerintah daerah, serta kepala satuan pendidikan saat peresmian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Purworejo, Sabtu (24/1/202
Purworejo (buseronline.com) - Program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus digulirkan pemerintah secara masif dan merata hingga ke daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebanyak 20 satuan pendidikan dari berbagai jenjang kini menikmati fasilitas belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Revitalisasi tersebut mencakup 3 TK/PAUD, 7 SD, 6 SMP, 2 SMA, dan 2 SMK sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan sekaligus memastikan setiap anak memperoleh ruang belajar yang memadai.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara langsung meresmikan revitalisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat fondasi sumber daya manusia Indonesia.

“Revitalisasi satuan pendidikan bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun masa depan anak-anak kita. Pada tahun 2025, pemerintah melakukan revitalisasi di 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dan lebih dari 98 persen pembangunannya telah selesai,” ujar Mu’ti saat kunjungan di Purworejo, Sabtu.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi syarat utama terciptanya pembelajaran yang efektif dan bermakna. Pemerintah pun telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 6 Tahun 2026 sebagai landasan menciptakan budaya sekolah bebas kekerasan dan perundungan.

“Kami ingin anak-anak belajar di ruang yang bersih, sehat, aman, dan layak sehingga mereka dapat tumbuh optimal,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan. Hingga kini, lebih dari 288 ribu satuan pendidikan telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP).

“Kami tidak hanya membagikan perangkat, tetapi juga melatih guru, menyediakan laptop dan materi ajar, bahkan membantu sekolah yang belum memiliki internet dan listrik. Digitalisasi harus menyentuh proses belajar, bukan sekadar alat,” jelas Mu’ti.

Pada 2026, dilansir dari laman Kemendikdasmen, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk sekitar 11.700 sekolah tambahan, dengan target total lebih dari 71 ribu satuan pendidikan menerima program digitalisasi, termasuk penambahan tiga IFP per sekolah.

Sementara itu, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan di daerahnya. Ia menilai program revitalisasi memberi dorongan besar bagi peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri. Kehadiran dan dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Yuli.

Menurutnya, revitalisasi 20 sekolah di Purworejo menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik.

Dampak program tersebut juga dirasakan langsung pihak sekolah. Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 4 Purworejo, Warno Dwiantoro, menyebut sekolahnya memperoleh rehabilitasi tujuh ruang kelas lengkap dengan mebel baru.

“Ada meja kursi murid, meja guru, papan tulis, dan lemari. Siswa sekarang merasa lebih bangga dan nyaman belajar,” ujarnya.

Ia menambahkan, suasana belajar yang lebih baik membuat motivasi siswa meningkat.

“Anak-anak jadi lebih semangat belajar dan terdorong meraih prestasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 2 Cepedak, Verica. Sekolahnya mendapat pembangunan gedung UKS baru serta rehabilitasi ruang kelas, kantor, perpustakaan, dan kamar mandi.

“Sebelumnya fasilitas kami terbatas dan belum layak. Sekarang sanitasi dan ruang belajar sudah memadai, sehingga pembelajaran berjalan lebih optimal,” ucapnya.

Dengan berbagai perbaikan tersebut, pemerintah berharap revitalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga menciptakan ekosistem belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara akademik maupun non-akademik.

Program ini pun menjadi bukti nyata komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan bermutu hingga ke pelosok daerah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar