Senin, 06 April 2026

Program Kursus dan Pelatihan Jadi Strategi Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan

GY Simanjuntak MSi - Selasa, 27 Januari 2026 09:08 WIB
Program Kursus dan Pelatihan Jadi Strategi Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan
Peserta mengikuti pelatihan keterampilan pengelasan dalam program kursus dan pelatihan Kemendikdasmen sebagai upaya perluasan akses pendidikan nonformal. (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas akses pemenuhan pendidikan bagi masyarakat melalui penguatan program kursus dan pelatihan sebagai bagian dari jalur pendidikan nonformal.

Langkah ini dilakukan untuk menjamin hak belajar setiap warga negara sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di berbagai daerah.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan, baik formal maupun nonformal, agar memenuhi standar nasional serta menghadirkan layanan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan pemerintah menjamin hak belajar masyarakat melalui berbagai jalur dan moda pembelajaran, termasuk pendidikan jarak jauh serta kursus dan pelatihan.

“Kemendikdasmen menjamin hak belajar setiap warga negara melalui jalur pendidikan formal dan nonformal, melalui moda pendidikan jarak jauh serta kursus dan pelatihan. Selain itu, jaminan hak belajar tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen memperluas akses pendidikan dan menekan angka Anak Tidak Sekolah,” ujar Tatang di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan ruang, waktu, maupun kondisi sosial ekonomi. Karena itu, pendidikan jarak jauh menjadi solusi pembelajaran yang adaptif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat saat ini.

Program kursus dan pelatihan, lanjut Tatang, dirancang untuk memperkuat keterampilan dan kompetensi masyarakat, mendukung pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus memberikan pengakuan atas hasil belajar sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan skema tersebut, masyarakat tetap memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas diri meski tidak mengikuti pendidikan formal secara konvensional.

Kemendikdasmen juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta berbagai mitra strategis agar layanan pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan hambatan geografis maupun keterbatasan akses.

“Dengan program kursus dan pelatihan, kami berharap tidak ada anak-anak Indonesia yang tertinggal dari hak memperoleh pendidikannya. Visi Pendidikan Bermutu untuk Semua menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul seperti yang tertuang dalam Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Kemendikdasmen optimistis perluasan akses pendidikan nonformal dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mewujudkan pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar