Minggu, 24 Mei 2026

Komitmen Kemendikdasmen: Anggaran Pendidikan 2026 Dialokasikan Secara Akuntabel dan Berkelanjutan

Senin, 26 Januari 2026 09:20 WIB
Komitmen Kemendikdasmen: Anggaran Pendidikan 2026 Dialokasikan Secara Akuntabel dan Berkelanjutan
Dua murid sekolah menengah membaca buku bacaan bermutu sebagai ilustrasi komitmen Kemendikdasmen dalam memperluas akses dan keberlanjutan anggaran pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan kebijakan afirmatif lainnya. (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk mengelola anggaran pendidikan tahun 2026 secara berkelanjutan dan akuntabel, guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Salah satu upaya nyata adalah melanjutkan kebijakan afirmatif, termasuk Beasiswa Afirmasi Pendidikan Dasar dan Menengah (ADEM), Program Indonesia Pintar (PIP), dan fasilitasi pendidikan afirmasi serta inklusif.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa pada 2026, cakupan PIP akan diperluas hingga jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Langkah ini sejalan dengan program Wajib Belajar 13 Tahun dengan target lebih dari 19 juta murid dari keluarga kurang mampu, untuk memastikan keberlanjutan akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah.

“Tahun 2026 Kemendikdasmen akan memperluas cakupan PIP hingga mencakup TK. Perluasan ini mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun dengan sasaran lebih dari 19 juta murid agar akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu terjamin,” ungkap Suharti, Jumat (23/1/2026) di Jakarta.

Suharti menambahkan, Beasiswa ADEM akan dialokasikan kepada 5.519 murid jenjang SMA/SMK dari daerah khusus, Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Arab Saudi.

Program ini bertujuan meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian layanan pendidikan bermutu bagi siswa yang menghadapi hambatan geografis maupun ekonomi.

Selain itu, Kemendikdasmen akan memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan afirmasi dan inklusif, termasuk pembinaan dan bantuan untuk Community Learning Center (CLC) di Malaysia, serta pengembangan pendidikan jarak jauh yang menargetkan 771 lembaga dengan jangkauan lebih dari 21.500 murid.

“Melihat capaian 2025, dilansir dari laman Kemendikdasmen, PIP telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 19 juta murid, sementara Beasiswa ADEM diterima oleh 4.616 murid. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui beasiswa dan bantuan bagi lembaga pendidikan afirmasi dan inklusif,” ujar Suharti.

Dampak nyata program ini dirasakan oleh Hanif Taki, murid SMA Negeri 1 Teluk Bintan, Kepulauan Riau, yang menerima PIP sejak kelas 6 SD. Hanif juga aktif sebagai pengurus OSIS, mengetuai bidang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara.

“Dengan bantuan PIP, saya sangat bersyukur karena meringankan beban orang tua. Bantuan ini memotivasi saya untuk lebih semangat belajar, berprestasi, dan mengejar cita-cita,” kata Hanif.

Hanif menambahkan, sebagai Paskibraka Kabupaten Teluk Bintan, ia memiliki tiga cita-cita utama: menjadi anggota polisi, melanjutkan sekolah di institusi kedinasan, atau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia bertekad memanfaatkan peluang yang didapat dari PIP untuk mengabdi bagi Indonesia dan menginspirasi adik kelas agar juga mendapatkan bantuan pendidikan.

“Sebagai murid penerima PIP, saya ingin mengabdikan diri untuk memajukan Indonesia dan menginspirasi adik-adik agar mereka juga bisa meraih manfaat dari PIP,” tutup Hanif.

Dengan program afirmatif ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmen pengelolaan anggaran pendidikan secara berkelanjutan dan akuntabel, serta fokus pada pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas belajar seluruh anak Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan Pacu Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
KPK Luncurkan Program “Desa Matang Pengadaan” untuk Perkuat Pencegahan Korupsi Dana Desa
PSEL Medan Raya Ditargetkan Groundbreaking 2026, Olah hingga 1.700 Ton Sampah per Hari
Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi
Pemprov Jateng Pastikan Kesehatan Hewan Kurban Idul Adha 2026, Populasi Ternak Diproyeksikan Surplus
Pemprov Sumut Perluas Kerja Sama dengan Jepang untuk Penguatan SDM dan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru