Senin, 06 April 2026

8 Sekolah Baru di Nunukan dan Sebatik Diresmikan Kemendikdasmen, Siswa Perbatasan Senang dan Terbantu

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 23 Januari 2026 09:08 WIB
8 Sekolah Baru di Nunukan dan Sebatik Diresmikan Kemendikdasmen, Siswa Perbatasan Senang dan Terbantu
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat meresmikan Revitalisasi SMK Negeri 1 Nunukan bersama jajaran pemerintah daerah dan sekolah di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (17/1/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Sebatik (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan keberpihakan dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian delapan sekolah hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat. Pulau Sebatik sendiri merupakan pulau kecil terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga memiliki nilai strategis dalam penguatan sumber daya manusia di wilayah perbatasan negara.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menjelaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang sejalan dengan amanat konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa terkecuali.

“Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa harus berlangsung secara menyeluruh. Salah satu komponen pentingnya adalah tersedianya sarana pendidikan yang memadai, aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran yang efektif,” ujar Atip.

Ia juga berpesan kepada seluruh warga sekolah agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dipelihara dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Tadi disebut toilet, itu jangan satu tahun dibangun, tahun keduanya sudah kotor. Menjaga dan memelihara fasilitas itu sangat penting,” tegasnya.

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Kemendikdasmen terhadap wilayah perbatasan. Menurutnya, kehadiran Wamendikdasmen di Pulau Sebatik bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan membawa pesan kuat bahwa negara hadir dan memberikan perhatian nyata bagi masyarakat di tapal batas.

“Kunjungan ini menunjukkan bahwa anak-anak di perbatasan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas, serta tumbuh menjadi generasi penerus bangsa,” ujar Hermanus.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Wakil Menteri Dikdasmen atas program revitalisasi yang diberikan kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Nunukan.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Nunukan, Jathu Roswita, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah cukup memprihatinkan. Saat hujan turun, siswa dan guru kerap khawatir atap dan plafon runtuh karena sudah lapuk.

“Biasanya kami pakai terpal supaya air tidak bocor ke bawah. Dengan jumlah siswa 752 orang, kondisi toilet juga sangat kurang,” ungkap Roswita.

Setelah revitalisasi dilakukan, ia menilai suasana sekolah menjadi jauh lebih aman dan nyaman, sehingga berdampak positif terhadap motivasi belajar siswa.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan revitalisasi ini, siswa merasa senang dan lebih termotivasi untuk datang ke sekolah karena bangunannya sudah aman, nyaman, dan menarik,” katanya.

Roswita juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, serta seluruh jajaran Kemendikdasmen atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Hal senada disampaikan Guru SMAS Katolik Santo Gabriel Nunukan, Suryani. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi, terutama dalam penyediaan fasilitas dasar seperti toilet dan perpustakaan.

“Sangat terbantu sekali. Sekolah kami sebelumnya belum memiliki gedung perpustakaan dan jumlah toilet masih kurang. Dengan bantuan ini, anak-anak jadi lebih nyaman dan punya ruang membaca yang layak,” ujarnya.

Ia berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai wilayah Indonesia.

Apresiasi juga datang dari peserta didik. Siswa kelas XII SMKN 1 Nunukan, Agus Gustiawan, mengatakan bahwa setelah revitalisasi, ia dan teman-temannya merasa jauh lebih aman dan bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Sekarang sudah direnovasi, jadi tidak takut lagi runtuh atau becek. Belajar jadi lebih lancar, apalagi toiletnya juga sudah diperbaiki semua. Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Wakil Menteri, kami sebagai siswa di perbatasan sangat terbantu,” pungkas Agus.

Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini, Kemendikdasmen berharap pemerataan akses dan mutu pendidikan di wilayah perbatasan dapat terus meningkat, sehingga anak-anak Indonesia di daerah 3T memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar