Senin, 06 April 2026

Berbasis Data, Disdik Jabar Petakan Arah Kebijakan Pendidikan

GY Simanjuntak MSi - Jumat, 23 Januari 2026 06:18 WIB
Berbasis Data, Disdik Jabar Petakan Arah Kebijakan Pendidikan
Guru Besar FMIPA ITB sekaligus Ketua Senat Akademik ITB, Edy Tri Baskoro, menyampaikan pemaparan pada Rapat Koordinasi pemetaan kompetensi matematika siswa SD dan SMP bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (20/1/2
Bandung (buseronline.com) - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mendorong penguatan kebijakan pendidikan berbasis data melalui pemetaan kompetensi peserta didik.

Sebanyak 6.840 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jawa Barat dijadwalkan mengikuti pemetaan kompetensi matematika pada Februari 2026.

Pelaksanaan pemetaan kompetensi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disdik Jabar dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Program ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif terkait penguasaan kompetensi matematika siswa sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Prof Dr Edy Tri Baskoro, menjelaskan bahwa pemetaan ini memiliki fungsi diagnostik, reflektif, sekaligus kebijakan. Melalui pemetaan ini, tingkat penguasaan siswa terhadap berbagai aspek kompetensi matematika dapat diidentifikasi secara komprehensif.

“Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat penguasaan kompetensi matematika siswa, memberikan umpan balik bagi siswa dan sekolah terkait posisi capaian mereka, serta menyediakan policy brief berbasis data bagi pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan,” ujar Edy saat Rapat Koordinasi di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa.

Menurut Edy, dilansir dari laman Humas Jabar, hasil pemetaan tersebut diharapkan mampu menghasilkan peta kompetensi matematika siswa SD dan SMP, rekomendasi kebijakan untuk perbaikan kurikulum dan pembelajaran, serta model pemetaan berbasis digital yang dapat direplikasi secara nasional.

“Sehingga ke depan kita memiliki peta kompetensi matematika siswa SD dan SMP yang komprehensif, policy brief untuk perbaikan kurikulum dan pembelajaran, serta model pemetaan berbasis digital yang bisa diterapkan secara nasional,” jelas Ketua Senat Akademik ITB itu.

Ia menambahkan, secara sistem pemetaan kompetensi ini berbeda dengan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang telah dilaksanakan di tingkat SMA sederajat. Pemetaan ini bersifat sampling, bukan sensus, dan menyerupai Programme for International Student Assessment (PISA).

“Pemetaan ini bukan sensus seperti TKA, tetapi menggunakan pendekatan sampel dari populasi, mirip dengan PISA,” terangnya.

Lebih lanjut, Edy memaparkan bahwa pemetaan kompetensi matematika ini mencakup lima pilar utama, yakni pemahaman konsep, kefasihan dalam penerapan prosedur, kemampuan berpikir logis dan bernalar, kemampuan pemecahan masalah, serta komunikasi dan representasi matematika.

Adapun wilayah sampel meliputi daerah Cekungan Bandung, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

Pelaksanaan pemetaan direncanakan berlangsung pada 3–4 Februari 2026 untuk tingkat SMP sederajat dan 10–11 Februari 2026 untuk tingkat SD sederajat.

Sementara itu, Perwakilan Disdik Jabar yang juga Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menyampaikan bahwa pemetaan kompetensi ini menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA dan perguruan tinggi di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan melalui kolaborasi ini, pelaksanaan pemetaan dapat berjalan sistematis. Dengan begitu, kita memperoleh gambaran yang jelas, solusi yang tepat, dan dapat berkontribusi bersama untuk kemajuan dunia pendidikan di Jawa Barat,” ujar Ai Nurhasan.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan kabupaten/kota terkait, Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, serta sejumlah perwakilan bidang di lingkungan Disdik Jabar, guna memastikan program berjalan efektif dan terintegrasi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar