Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Vaksin Parenting Ideologi di SMAN 49 Jakarta, Selasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menangkal penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), khususnya di lingkungan pendidikan dan keluarga pada era digital.
Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan tersebut diikuti oleh 62 peserta yang terdiri atas perwakilan komite sekolah, wali murid, guru, serta perwakilan siswa/i SMAN 49 Jakarta. Para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam membangun ketahanan ideologi generasi muda dari pengaruh paham ekstrem.
Narasumber dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri, IPTU Rudiana Bachrie ST MM, menegaskan bahwa orang tua dan guru memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham IRET di kalangan anak-anak dan remaja.
“Orang tua dan guru harus lebih peka terhadap perubahan sikap, perilaku, serta pergaulan anak, terutama di media sosial. Mereka juga diharapkan menjadi duta cegah dengan melakukan deteksi dini dan mengenali ciri-ciri awal anak yang mulai terpapar ideologi ekstrem,” ujar IPTU Rudiana Bachrie.
Ia menjelaskan, kelompok ekstrem kerap memanfaatkan ruang digital, termasuk media sosial dan game online, sebagai sarana penyebaran paham. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, komunikasi yang terbuka, serta penanaman nilai-nilai toleransi dan kebangsaan menjadi kunci utama pencegahan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi tentang nilai-nilai toleransi, ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta cara melindungi diri dan anak dari pengaruh kelompok IRET di dunia maya. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan sekaligus membangun ketahanan ideologis di lingkungan keluarga dan sekolah.
Kepala SMAN 49 Jakarta, Siswanto SPd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Vaksin Parenting Ideologi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.
“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran kita semua tentang bahaya paham IRET dan bagaimana cara mencegahnya sejak dini, terutama melalui peran orang tua dan guru,” ujar Siswanto.
Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri berharap terbangun sinergi yang kuat antara aparat, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar