Senin, 06 April 2026

Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini, KPK Perkuat Integritas Siswa SMP Al Mujahidin

GY Simanjuntak MSi - Senin, 19 Januari 2026 06:22 WIB
Tanamkan Nilai Antikorupsi Sejak Dini, KPK Perkuat Integritas Siswa SMP Al Mujahidin
Satuan Tugas (Satgas) 1 Jenjang Dini dan Pendidikan Dasar Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Kristiyanti memberikan pemaparan tentang nilai integritas dan pendidikan antikorupsi kepada siswa SMP Islam Al Mujahidin Pamulang dalam kegiatan edukasi di Gedun

Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat upaya pencegahan korupsi sejak dini dengan menanamkan nilai integritas kepada pelajar.


Kali ini, puluhan siswa SMP Islam Al Mujahidin Pamulang, Banten, diajak memahami makna antikorupsi secara lebih dekat melalui kegiatan edukasi yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu.


Bagi sebagian besar pelajar, korupsi kerap dipersepsikan sebagai kejahatan besar yang hanya terjadi di level elit, identik dengan koper uang dan mobil mewah yang disita aparat penegak hukum.


Namun dalam kegiatan tersebut, KPK berupaya membuka sudut pandang baru bahwa korupsi dapat berawal dari perilaku sederhana yang kerap dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari.


Di tengah skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang masih stagnan di angka 37 pada 2024, dilansir dari laman KPK, KPK menilai upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penindakan hukum.


Pendidikan karakter dan penguatan integritas sejak bangku sekolah dinilai menjadi kunci penting untuk memutus mata rantai perilaku koruptif sebelum mengakar kuat dalam diri generasi muda.


Satuan Tugas (Satgas) 1 Jenjang Dini dan Pendidikan Dasar Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Kristiyanti, dalam paparannya tidak langsung membahas pasal-pasal hukum.


Ia memperkenalkan konsep fraud triangle, yaitu teori yang menjelaskan alasan seseorang melakukan kecurangan karena adanya tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi.


“Gaya hidup glamor atau keserakahan bisa dimulai dari hal kecil. Kemudian muncul kesempatan karena tidak ada yang mengawasi, lalu diakhiri dengan rasionalisasi atau pembenaran atas perbuatan tersebut,” ujar Kristiyanti di hadapan para siswa.


Melalui pendekatan tersebut, para siswa diajak merefleksikan bahwa tindakan seperti menyontek saat ujian, membolos sekolah, hingga menyerobot antrean di kantin merupakan bentuk korupsi dalam skala kecil. Jika dibiarkan dan dinormalisasi, perilaku tersebut berpotensi berkembang menjadi tindakan koruptif yang lebih besar di masa depan.


Menurut KPK, audiensi ini tidak sekadar menjadi kunjungan wisata edukasi, tetapi merupakan bagian dari strategi membangun kesadaran kolektif sejak dini.


KPK ingin para pelajar memahami bahwa kerugian negara akibat korupsi berawal dari lunturnya nilai kejujuran individu, yang pada akhirnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperlebar kesenjangan sosial.


Kristiyanti juga menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari jerat korupsi adalah dengan menanamkan dan memperkuat nilai integritas. Integritas dimaknai sebagai keselarasan antara perkataan dan perbuatan, serta konsistensi dalam memegang nilai-nilai moral yang diyakini.


Melalui diskusi interaktif tersebut, KPK berharap para siswa memperoleh pemahaman baru mengenai tindak pidana korupsi sekaligus menyadari peran mereka dalam pencegahan korupsi.


Setiap tindakan kecil seperti menolak menyontek atau bersikap jujur dalam keseharian dinilai sebagai langkah nyata dalam memenangkan pertempuran melawan korupsi demi masa depan Indonesia yang lebih bersih dan berintegritas. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru