Senin, 06 April 2026

Pengembangan Sains dan Teknologi Jadi Strategi Kemdiktisaintek Perkuat Ketahanan Nasional

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 18 Januari 2026 09:12 WIB
Pengembangan Sains dan Teknologi Jadi Strategi Kemdiktisaintek Perkuat Ketahanan Nasional
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie (tengah) bersama pimpinan Universitas Pertahanan, perwakilan King’s College London, serta sivitas akademika Unhan berfoto bersama usai pembukaan Strategic Foresight and National Resilie

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, resmi membuka Strategic Foresight and National Resilience Series, kemitraan strategis antara Universitas Pertahanan (Unhan) dan King’s College London yang bertujuan memperkuat ketahanan nasional Indonesia melalui pengembangan riset, sains, dan teknologi. Kegiatan ini digelar di Unhan, Rabu.


Dalam sambutannya, dilansir dari laman Diktisaintek, Wamen Stella menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja sama antar perguruan tinggi, melainkan kemitraan strategis nasional.


Menurutnya, dalam konteks geopolitik, strategi keamanan dan ketahanan merupakan aset penting yang harus dijaga. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif di tingkat global melalui kerja sama internasional.


“Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, namun tetap memiliki peran aktif di tingkat global melalui kerja sama internasional demi kebaikan bersama. Hari ini, kita mewujudkannya bersama Inggris,” ujar Stella.


Unhan memiliki peran penting dalam kegiatan ini. Wamen Stella menekankan, inisiatif strategis di bidang pertahanan dan ketahanan nasional perlu berakar pada perguruan tinggi, khususnya Unhan, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, serta komunitas pertahanan Indonesia.


Penguatan ini juga harus diiringi dengan pembangunan kapasitas nasional melalui pengembangan sumber daya manusia dan penguasaan sains dan teknologi, sesuai arahan Presiden Prabowo yang menekankan penguasaan sains dan teknologi sebagai kunci daya saing bangsa.


“Bukan suatu kebetulan bahwa Kemdiktisaintek mendorong inisiatif ini, termasuk riset di bidang pertahanan. Kita harus kuat dalam riset. Kampus harus bertransformasi menjadi kampus riset. Pengajaran tetap penting, namun harus berbasis pada riset,” ujar Stella.


Sementara itu, Rektor Unhan, Jonni Mahroza, menjelaskan bahwa kampus bukan hanya pusat pengetahuan, tetapi juga laboratorium pemikiran masa depan di bidang pertahanan dan keamanan.


Ia menambahkan, kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk mentransformasikan kolaborasi menjadi keterlibatan akademik yang bermakna, pertukaran gagasan, serta pengayaan kapasitas intelektual para pemimpin masa depan.


“Kerja sama antara Unhan dan King’s College London bukan sekadar kolaborasi institusional, tetapi juga merepresentasikan komitmen untuk membina pemikiran strategis, kepemimpinan beretika, dan kemampuan berpikir kritis,” jelas Jonni.


Strategic Foresight and National Resilience Series akan terdiri dari delapan rangkaian seminar yang dilaksanakan selama enam bulan ke depan. Pada sesi pertama, kegiatan ini akan melibatkan sivitas akademika Unhan dan King’s College London, serta institusi strategis nasional, termasuk Sekolah Staf dan Komando (Sesko), TNI, Sesko Angkatan Darat, Sesko Angkatan Laut, Sesko Angkatan Udara, dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).


Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan global, sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan yang kompeten di bidang pertahanan, keamanan, dan sains teknologi. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru