Senin, 06 April 2026

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Densus 88 AT Polri Sambangi SMA Muhammadiyah Batudaa

GY Simanjuntak MSi - Minggu, 18 Januari 2026 06:22 WIB
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Densus 88 AT Polri Sambangi SMA Muhammadiyah Batudaa
Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri bersama guru dan ratusan siswa SMA Muhammadiyah Batudaa berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan di Gorontalo, Kamis (15/1/2026). (Dok/Humas Polri)

Gorontalo (buseronline.com) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di SMA Muhammadiyah Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kamis.


Kegiatan ini diikuti sekitar 750 siswa-siswi dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme (IRET).


Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini yang dilakukan Densus 88 AT Polri guna membentengi generasi muda dari pengaruh paham-paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya nasionalisme, toleransi, serta sikap cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.


Dilansir dari laman Humas Polri, Anggota Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, IPTU Teguh Pribadi SE, menegaskan bahwa intoleransi, radikalisme, dan terorisme merupakan ancaman nyata bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dapat menyasar siapa saja, termasuk kalangan pelajar.


“Intoleransi, radikalisme, dan terorisme adalah ancaman nyata bagi keutuhan bangsa dan negara. Karena itu, kita harus waspada dan meningkatkan kesadaran tentang bahayanya paham-paham tersebut, terutama di lingkungan sekolah,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri juga memaparkan sejumlah indikasi awal pelajar yang mulai terpapar paham radikalisme dan intoleransi. Di antaranya adalah menolak menyanyikan lagu Indonesia Raya, tidak mau hormat kepada bendera Merah Putih, serta menganggap simbol-simbol kebangsaan sebagai sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan.


IPTU Teguh Pribadi menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan empat pilar kebangsaan sebagai dasar memperkuat karakter dan jati diri pelajar.


“Kita harus memahami empat pilar kebangsaan, yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, agar kesadaran kita sebagai warga negara Indonesia semakin kuat,” tambahnya.


Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Acara ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menjaga semangat nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta menolak segala bentuk paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru