Senin, 06 April 2026

Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah, Pakar Universitas Sydney Kenalkan Konsep “Listen to Know”

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 17 Januari 2026 11:08 WIB
Cegah Kekerasan Seksual di Sekolah, Pakar Universitas Sydney Kenalkan Konsep “Listen to Know”
Pakar Universitas Sydney Victoria Rawlings (kiri) menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat usai Lokakarya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Hotel Grand Tjokro, Kota Bandung, Rabu (14/1/2026). (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Kekerasan seksual pada remaja usia sekolah menjadi isu serius yang kerap diabaikan. Profesor sekaligus pengajar bidang gender, seksualitas, dan pendidikan Universitas Sydney, Victoria Rawlings, menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap masalah ini.

“Kekerasan seksual tidak dipandang seperti kebakaran yang harus segera ditangani. Akibatnya, isu ini kurang mendapat perhatian, padahal kekerasan seksual merupakan produk dari kondisi yang dibiarkan,” ujar Victoria, yang akrab disapa Vic, dalam Lokakarya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Hotel Grand Tjokro Bandung, Rabu.

Vic menjelaskan, pencegahan harus dimulai dari pembentukan iklim sosial-budaya dan lembaga yang peduli terhadap isu kekerasan seksual. Di lingkungan sekolah, guru yang tergabung dalam Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) didorong untuk menerapkan prinsip listen to know, yakni mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang disampaikan peserta didik.

“Ketika murid berani melapor kepada guru, itu sesuatu yang luar biasa karena jarang terjadi. Saat anak terbuka dengan kondisinya, tugas kita adalah terus mendukung dan memberi ruang bagi siswa untuk berbicara,” tambahnya.

Menurut Vic, dukungan menjadi hal utama yang dibutuhkan siswa dari guru. “Jangan langsung berpikir untuk menyelesaikan masalahnya, tetapi tawarkan dulu kepedulian, kasih, dan pemahaman. Ketika seorang anak menceritakan lukanya kepada ibu guru, itu tanda ia percaya,” ujarnya.

Lokakarya ini digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, dengan tujuan mendorong sekolah mampu memahami dan menangani kasus kekerasan seksual dengan lebih baik.

Dilansir dari laman Humas Jabar, Sekretaris Dinas Pendidikan Jabar, Deden Saepul Hidayat, menyebut kekerasan seksual pada remaja sebagai fenomena gunung es. Ia mengajak satuan pendidikan menjadikan sekolah sebagai ruang aman dan ramah bagi anak.

“Regulasi sudah kuat, ada Permendikbud dan Tim TPPK. Tinggal terus mengupayakan advokasi serta edukasi pendidikan seksual sejak dini,” jelas Deden. Ia menegaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, keluarga, dan lingkungan.

“Selama dua hari ke depan, mari kita rumuskan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat,” tegasnya.

Lokakarya yang diikuti 42 kepala sekolah, guru dari 24 SMA, serta beberapa pengawas sekolah di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII ini berlangsung pada 14–15 Januari 2026, dan menjadi upaya nyata memperkuat penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di sekolah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru